Berita Situ Jatijajar

Oktober 2004

Pencemaran Busa Deterjen di Pasar Rebo Diusut

Koran Tempo, 6 Oktober 2004

Sumber: http://www.infoanda.com/ Rabu,

JAKARTA — Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta memanggil BPLHD Jakarta Timur dan BPLHD Depok. Pemanggilan berkaitan dengan pencemaran limbah busa deterjen di Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Kepala Bidang Pengendalian Lingkungan BPLHD DKI, Junani Kartawiria, mengatakan bahwa pencemaran itu terjadi Minggu (3/10) dini hari ketika hujan mengguyur kawasan itu.

Saat itu, enam rumah warga Kelurahan Pekayon terbenam busa deterjen setinggi hampir tujuh meter. Tiga unit mobil pemadam kebakaran dari Jakarta Timur dikerahkan untuk menyedot gunungan busa deterjen itu. Tapi, pagi harinya kembali terjadi penumpukan busa deterjen setinggi hampir dua meter. BPLHD DKI menduga, limbah deterjen itu berasal dari Situ Jatijajar dan mengalir ke arah Sungai Ciliwung.

Pada kasus pencemaran di Kelurahan Pekayon, menurut Junani, BPLHD DKI tak bisa langsung memberikan sanksi. Pasalnya, perusahaan yang diduga mencemarkan lingkungan berada di kawasan Depok. Karena itu, sebagai langkah awal pengusutan instansi yang menangani lingkungan di kedua wilayah harus bertemu dulu.

Kepala BPLHD Jakarta Timur, Surya Dharma, mengatakan bahwa dugaan sementara ada pabrik di kawasan industri Depok yang membuang air limbahnya ke Situ Jatijajar. Dari situ itu, limbah mengalir ke Sungai Cipingan. Tepat di kawasan Pekayon, ada air terjun. Di sinilah air limbah itu teraduk. Jika turun hujan lebat, adukan itu semakin kuat. “Buih deterjen pun semakin banyak,” katanya. andi dewanto

Desember 2008

15 Restoran Apung di Situ Jatijajar Dibongkar

Sumber: http://autos.okezone.com/ 4 Desember 2008

Marieska Harya Virdhani – Okezone

DEPOK – Sebanyak 15 Restoran apung dan 20 Jaring keramba yang berada di Situ Jatijajar, Cimanggis Depok dibongkar satpol PP dan Dinas PU Kota Depok.

Sejumlah restoran apung yang berada di atas area seluas 6 hektare, itu menurut salah seorang pejabat Dinas PU Agus Muhammad, telah mengganggu proses normalisasi situ, yang saat ini sedang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum.

Berdasarkan pantauan okezone, Kamis (4/12/2008) pembongkaran melibatkan hanya sebuah satu alat berat Becho.

Anggota Satpol PP Deni Romulo mengatakan keberadaan restoran apung itu melanggar tiga Perda yaitu Perda 18 tahun 2003 tentang sumber daya air, perda nomor 3 tahun 2006 yaitu tentang IMB, dan Perda No 14 tahun 2001 tentang ketertiban umum.

“Ini sudah mengganggu estetika kota, dan salah satu penyebab banjir, karena menyebabkan pendangkalan dan penyempitan situ,” jelas Deni.

Pemilk salah satu restoran, Wiwik, mengatakan dirinya berharap mendapatkan uang penggantian atas pembongkaran tersebut, karena pada dua tahun permulaan dia membayar kepada kelurahan sebesar Rp1 juta perbulan.

“Seharusnya jangan dibongkar begini saja, harus ada ganti rugi,” pinta Wiwik yang telah membuka usahanya selama lima tahun.

Sementara itu keramba-keramba itu dibuat oleh pendatang dari Bima. Menurut salah seorang warga Maman, warga memang tidak setuju adanya keramba-keramba itu, sehingga beberapa waktu lalu mereka pun membakar lima keramba di situ itu. (fit)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: