1. Pendahuluan

INOVASI KESISTEMAN PENGEMBANGAN AGROWISATA MELALUI PENGELOLAAN SITU PENGASINAN DI KOTA DEPOK

Oleh: SRI PANTJAWATI HANDAYANI

Sumber: http://digilib.itb.ac.id/

BAB I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Konsep pengembangan agrowisata merupakan upaya pemanfaatan potensi daya tarik  wisata yang dikaitkan dengan usaha pertanian. Dalam definisi yang dikemukakan oleh TIES1 dijelaskan bahwa:

“The concept of agro tourism is a direct expansion of ecotourism, which  encourages visitors to experience agricultural life at first hand. Agro tourism is  gathering strong support from small communities as rural people have realized  the benefits of sustainable development brought about by similar forms of nature  travel. Visitors have the opportunity to work in the fields alongside real farmers.”  Dengan kata lain bahwa agrowisata merupakan bentuk pengembangan wisata alam yang  mendorong wisatawan untuk dapat memahami kehidupan pertanian sekaligus  menyadarkan manfaat pentingnya pembangunan berkelanjutan, dan memberikan  kesempatan bagi pengunjung (wisatawan) untuk dapat turut melakukan kegiatan pertanian bersama para petani.

————-

1 TIES adalah The International Ecotourism Society, merupakan organisasi kepariwisataan internasional  terbesar, yang mempromosikan pengetahuan dan mengembangkan prinsip-prinsip ekowisata serta wisata  yang bertanggung jawab, untuk mengembangkan tujuan konservasi lingkungan dan perencanaan pariwisata berkelanjutan dalam mengembangkan wisata alam (ecotourism).

Indonesia sebagai negara agraris, bidang pertanian merupakan bidang yang dominan dan  merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia (Afandhi,2007, 2). Pengembangan konsep  agrowisata di Indonesia akan sangat relevan, disamping dapat memanfaatkan sumber  daya alam dan melestarikannya disatu sisi, disisi lain juga akan dapat menambah  keragaman kepariwisataan Indonesia. Wilayah administrasi Depok meskipun merupakan  wilayah perkotaan, namun kegiatan pertanian di Kota Depok saat ini masih merupakan  salah satu sumber mata pencaharian penduduknya. Bidang pertanian ini juga memberikan  sumbangan kepada PDRB Kota Depok, sekitar 3,59% dari total PDRB Kota Depok (Data 2004, PDRB Depok 4,85 juta rupiah dengan laju pertumbuhan ekonomi 6,44%). Walaupun relatif kecil nilainya, namun mampu menyerap 3,29% tenaga kerja dari total angkatan kerja. Kebijakan pengembangan pertanian diperkotaan Depok selain diarahkan pada pertanian tanaman pangan, juga diarahkan kepada pertanian hortikultura yang berpotensi pada budidaya tanaman buah dan tanaman hias. Upaya pemerintah kota Depok untuk mengembangkan agrowisata, antara lain untuk meningkatkan tingkat kehidupan petani di perkotaan, melestarikan lingkungan dan wilayah hijaunya, dan ditujukan pula untuk mewujudkan arahan pengembangan kota sebagai kota niaga dan jasa. Pada dasarnya pembangunan kepariwisataan ditujukan untuk memberikan manfaat pada masyarakat dan pemerintah diberbagai daerah secara luas dan bersifat fundamental (merupakan salah satu kebutuhan pemenuhan hak azasi manusia untuk berlibur), serta menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan suatu daerah dan terintegrasi dalam kerangka peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat (Nirwandar 2006,2-3). Saat ini kegiatan agrowisata yang telah dikembangkan di Kota Depok adalah untuk komoditas buah belimbing dan buah jambu biji merah. Berkembangnya kegiatan budidaya tanaman hias menggugah pemikiran untuk mengembangkan kegiatan ini kearah usaha agrowisata.

Letak geografis Kota Depok yang berdampingan dengan Kota Jakarta menjadikan Kota Depok sebagai wilayah permukiman penyangga Kota Jakarta. Keadaan ini berpengaruh terhadap perkembangan pembangunan fisik kotanya dalam penyediaan infrastruktur dan  permukiman skala besar. Sejak tahun 2000 hingga tahun 2005 pembangunan fisik meningkat sebesar 3,59 % per tahunnya, sedangkan luasan ruang terbuka hijau termasuk keberadaan situ atau setu menyusut sebesar 6,11 % (RPJMD Kota Depok 2006 – 2011, II-16). Kondisi ini menggugah perhatian kelompok peduli lingkungan di Kota Depok, yang sejak tahun 1992 telah menyuarakan kepada pemerintah kota untuk memberikan perhatian terhadap kelangsungan ruang terbuka hijau dan situ agar tetap dapat dipertahankan dan dilestarikan sebagai paru-paru kota.

Situ bagi Kota Depok memiliki arti penting, yaitu sebagai sumber cadangan air baku, pengendali banjir (tidak hanya untuk Kota Depok, tetapi juga untuk Kota Jakarta). Selain itu, beberapa situ telah berkembang sebagai tempat rekreasi masyarakat, dan sumber penghidupan sebagian masyarakat yang bermukim di sekitar situ. Adanya fakta bahwa jumlah situ di Kota Depok yang semula berjumlah 30 buah situ telah berkurang menjadi 25 buah situ dengan kondisi situ yang rata-rata tercemar limbah rumah tangga dan tidak terpelihara, memperkuat dorongan dari kelompok peduli lingkungan kepada pemerintah Kota Depok untuk segera melakukan penanganan.

Berdasarkan kebijakan pengelolaan situ-situ yang dilakukan bersama antara pemerintah daerah se-Jabodetabek (DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi), dan kebijakan provinsi Jawa Barat tentang pengelolaan situ melalui pemanfaaatan sempadan situ yang bernilai lingkungan dan ekonomi bagi masyarakatnya, membuka jalan dan pemikiran untuk dilakukannya upaya-upaya terhadap pemeliharaan, pengelolaan, dan pemanfaatan sempadan situ yang mengarah kepada upaya pelestarian situ serta dapat memberikan nilai tambah ekonomi kepada masyarakat. Melalui proses dialog yang sangat panjang antara pelaku yang terlibat (pemerintah dan masyarakat), dilaksanakanlah program pemeliharaan, pengelolaan dan pemanfaatan situ. Menyadari bahwa hampir 80% masyarakat yang bermukim disekitar situ merupakan masyarakat yang berpendapatan menengah kebawah, serta memiliki kegiatan di sektor pertanian, dan telah berkembangnya beberapa situ menjadi tujuan rekreasi/wisata masyarakat, dalam proses mengelola situ lahirlah pemikiran untuk mengkaitkan upaya pemeliharaan, pengelolaan, pemanfaatan sempadan situ, dan pelestarian situ dengan kedua bidang kegiatan yaitu wisata dan pertanian dengan konsep agrowisata. Melalui kegiatan pertanian dan pariwisata dalam mengelolaan situ ini diharapkan akan dapat menumbuhkan peluang usaha dan berusaha masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan kehidupannya, serta dapat menumbuhkan rasa bangga dan cinta dalam memahami keindahan alam dan budaya setempat, dan pada gilirannya akan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keberadaan situ dan lingkungannya untuk menunjang keberkelanjutan dan kelestarian situ.

Salah satu kawasan yang menarik dalam hubungan merealisasikan kegiatan pelestarian situ dan upaya mengembangkan agrowisata adalah kawasan Situ Pengasinan. Kawasan ini merupakan pilot project untuk melaksanakan program pemeliharaan, pengelolaan, pemanfaatan sempadan situ dan pelestarian situ melalui kolaborasi pemerintah dan masyarakat serta berbagai pihak. Fenomena yang menarik untuk diteliti dan dikaji adalah fenomena pelaksanaan pengelolaan dan pelestarian situ yang membuka peluang untuk pengembangan agrowisata.

1. 2. Perumusan dan Batasan Masalah Penelitian

Penelitian ini akan melihat fenomena proses pelaksanaan pemeliharaan, pengelolaan dan upaya pelestarian situ yang mengarah kepada upaya pengembangan kegiatan agrowisata. Kajian yang akan dilakukan adalah meliputi kajian terhadap keterlibatan unsur pelaku dan proses interaksi yang terjadi dalam kegiatan, faktor-faktor yang berpotensi mendukung upaya pengembangan agrowisata, dan bagaimana aspek-aspek yang terkait dengan upaya pengembangan agrowisata diakomodasikan dalam pelaksanaan.

Pelaksanaan penelitian ini akan akan dipandu dengan pertanyaan penelitian sebagai berikut:

(1) Siapa saja yang terlibat dalam perencanaan dan implementasi program ”pelestarian situ”?

(2) Apa saja kepentingan dari masing-masing pihak yang terlibat, dan bagaimana kepentingan-kepentingan ini dinegosiasikan, serta apa kontribusi masing-masing pihak didalam kegiatan?
(3) Bagaimana aspek-aspek yang terkait dengan upaya pengembangan agrowisata diakomodasikan ke dalam pelaksanaan program?

Agar penelitian ini lebih terarah dan dapat memberikan simpulan yang baik, maka penelitian dan pembahasannya dibatasi pada proses yang terjadi dalam pelaksanaan program pelestarian situ yang mengarah pada pengembangan agrowisata .

1. 3. Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan penelitian adalah:

Mengidentifikasi peluang dan kendala bagi upaya pengembangan agrowisata melalui program “pelestarian situ” di Situ Pengasinan.

Manfaat penelitian adalah:

1) Manfaat teoritis:

Diharapkan dapat menambah khasanah ilmu pengetahuan terutama pada upaya pemeliharaan, pengelolaan, pelestarian situ atau danau, dan implikasinya terhadap peluang usaha dan berusaha masyarakat sekitar situ yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

2) Manfaat praktis:

Diharapkan dapat menjadi rujukan atau bahan masukan dalam perencanaan yang melibatkan multi stakeholders, serta dapat dijadikan sebagai sumber evaluasi dalam proses perencana kegiatan sejenis yang telah dilakukan.

1.4. Metoda Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Pertimbangan pemilihan metoda ini, sebagai mana yang dijelaskan Bungin (2007, 68-70) adalah:

(1) Bahwa format deskriptif kualitatif lebih cocok digunakan pada penelitian dalam bentuk studi kasus yang memusatkan penelitian pada unit tertentu dari berbagai fenomena. Dalam hal ini peneliti mengambil studi kasus di kawasan Situ Pengasinan.
(2) Dengan metode kualitatif deskriptif, memungkinkan penelitian dilakukan secara mendalam dan luwes (flexible) dalam hubungan meneliti perilaku dan peran manusia sebagai alat atau instrument.
(3) Melalui metode ini, penelitian lebih bersifat ekplorasif untuk dapat memahami tentang berbagai variabel sosial dan interaksi diantara anggota kelompok dalam suatu struktur berdasarkan kewajiban timbal balik yang fungsional bagi interaksi kelompok tersebut.
(4) Penelitian bersifat humanistis dan natural, karena obyek penelitian adalah manusia, peneliti melakukan pendekatan secara bertahap dengan datang ke lokasi berkali-kali dengan waktu (hari dan jam) yang berbeda-beda, untuk dapat memahami obyek yang diteliti dalam kehidupan sehari-harinya.
(5) Metode ini menekankan validitas data melalui triangulasi yaitu, melakukan pengecekan kembali kebenaran data dan informasi yang diperoleh dari pihak tertentu kepada pihak lainnya.

1.4.1. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian dilakukan di kawasan Situ Pengasinan khususnya RW 01 dan RW 02, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok. Pertimbangan pemilihan lokasi ini adalah, bahwa lokasi Kawasan Situ Pengasinan merupakan percontohan pengelolaan situ melalui partisipasi dan kegiatan masyarakat yang bermukim di sekitar situ dan sedang diupayakan untuk dikembangkan sebagai kawasan agrowisata.

1.4.2. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dan informasi pada dasarnya adalah untuk mendapatkan fakta-fakta terkait dengan proses dan kegiatan yang berjalan dan dilakukan di kawasan Situ Pengasinan. Data dan informasi dalam penelitian ini dapat digolongkan dalam 2 (dua) kategori, yaitu yang tertulis (sebagai data sekunder) dan tidak tertulis (sebagai data primer) yang diperoleh melalui observasi lapangan.

Data dan informasi tertulis meliputi:

(1) Buku-buku, jurnal, makalah, artikel ilmiah yang relevan dengan maksud dan subtansi penelitian yang dapat dijadikan rujukan dan mendukung penelitian yang dilakukan.
(2) Dokumen daerah meliputi

a. Dokumen perencanaan daerah seperti RPJMD Kota Depok, RTRW Kota Depok, Dokumen Rencana Penyiapan Kasiba/Lisiba di Kota Depok, Rencana Kerja SKPD, peraturan dan ketentuan yang berkaitan, untuk mempelajari kebijakankebijakan yang berimplikasi terhadap lokasi penelitian.

b. Laporan proses kegiatan pengelolaan situ bersama masyarakat, Laporan Status Lingkungan Hidup Kota Depok, untuk memperoleh gambaran proses pengelolaan situ yang telah dilakukan, dan sinkronisasinya dengan informasi yang diperoleh di lapangan.
c. Data statistik, monografi Kelurahan Pengasinan, laporan kegiatan, untuk mendapatkan gambaran karakteristik wilayah penelitian.

Data dan informasi yang tidak tertulis diperoleh dari observasi atau pengamatan lapangan, yaitu meliputi:

(1) Pengamatan lapangan, melihat secara langsung lokasi yang diteliti yang dilakukan beberapakali dengan waktu yang berbeda (pagi, siang dan sore; pada hari kerja dan pada hari libur) untuk mendapatkan gambaran kondisi faktual yang terjadi.

(2) Wawancara/interview dengan para aparat pemerintahan tingkat kota yaitu unsur Bapeda, Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DKLH), Dinas Pertanian, Kantor Pariwisata Seni dan Budaya, dan lembaga lainnya yang terkait dengan keperluan penelitian. Wawancara mendalam dilakukan dengan pihak kelurahan (pak Lurah) dan masyarakat sekitar situ baik yang mewakili kelompok kegiatan pengelola situ, dan pembudidaya tanaman hias, maupun masyarakat yang bermukim dan beraktivitas disekitar situ, yaitu petani, pengunjung yang berrekreasi ke situ (anak-anak dan dewasa), pengelola sarana rekreasi dll.

1.4.3. Teknik Analisis

Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis kuantitatif melalui pendekatan etnografi agar dapat diperoleh informasi yang jelas dan benar dari informan. Kemudian seluruh informasi dan data yang diperoleh dari penelitian lapangan diidentifikasi berdasarkan uraian kronologis, deskriptif, dan dikaitkan dengan berbagai teori yang sesuai, kemudian dilakukan interpretasinya.

Data dan informasi yang diperoleh ditelaah berdasarkan uraian-uraian:

(1) Kronologis atau gambaran struktur keseluruhan dari fenomena yang diteliti,
(2) Identifikasi unsur-unsur pelaku yang terlibat dan berpengaruh di dalam kegiatan,
(3) Identifikasi peran dan kepentingan unsur dalam kegiatan yang dilakukan
(4) Identifikasi proses yang terjadi untuk mendapatkan gambaran hubungan interaksi antar unsur pelaku, dan yang terjadi di dalam proses kegiatan
(5) Identifikasi aspek-aspek agrowisata yang dikaomodasikan dalam kegiatan
(6) Identifikasi faktor pendukung dan penghambat upaya pengembangan agrowisata.
(7) Interpretasi dari temuan-temuan yang diperoleh dalam bentuk gambar, tabel atau grafik yang dijabarkan dalam paparan dan pembahasan untuk membantu diperolehnya simpulan-simpulan dan saran serta rekomendasi yang diperlukan.

1.4.4. Validitas Data

Validitas data dan informasi merupakan hal yang penting dilakukan dalam penelitian ini, untuk diperolehnya kebenaran dari apa yang telah berjalan dan dilakukan dalam proses dan interaksi yang diteliti. Penggunaan system triangulasi untuk memperoleh kebenaran data dan informasi melalui konfirmasi dan kesinambungan data dan informasi dari berbagai pihak.

Secara ringkas, metodologi penelitian yang digunakan dan dilakukan dapat dilihat pada penggambaran diagram di bawah ini.

1.5. Sistematika Pembahasan

Guna memperoleh gambaran tentang penulisan tesis ini, sistematika pembahasan tesis dilakukan sebagai berikut:

Bab I Pendahuluan, berisikan tentang deskripsi topik penelitian: latar belakang penelitian, rumusan permasalahan dan batasannya disertai pertanyaan penelitian yang memandu penelitian dilakukan, tujuan dan manfaat penelitian, metoda penelitian yang digunakan merupakan panduan dalam melakukan penelitian, meliputi cara pendekatan, lokasi penelitian, teknik dan tahapan pengumpulan data, teknik analisis yang dilakukan, dan validitas penelitian, serta sistematika pembahasan tesis.

Bab II Tinjauan Teori, berisikan teori yang menjadi rujukan di dalam melaksanakan penelitian dan pembahasan yang diperoleh dari referensi-referensi yang ada, teori yang didapat selama perkuliahan, informasi/pendapat pakar/narasumber melalui media cetak maupun media elektronik.

Bab III Gambaran Umum Wilayah Penelitian, merupakan uraian tentang kondisi wilayah penelitian, meliputi profil wilayah penelitian, kebijakan yang terkait dan berpengaruh terhadap wilayah penelitian.

Bab IV Data dan Analisis, merupakan uraian rinci hasil pengamatan, pengumpulan dan data dan informasi di lapangan, pengolahan data dan analisis serta pembahasannya dengan metoda kuantitatif.

Bab V Kesimpulan dan Rekomendasi, berisi elaborasi dan rincian kesimpulan dari hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan, serta rekomendasi/saran sebagai suatu gagasan ke depan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: