Berita 2013

Januari 2013

Alami pendangkalan, Pemkot Depok keruk 22 situ

Marieska Harya Virdhani
Sumber:  http://metro.sindonews.com/25 Januari 2013  

Sindonews.com – Kota Depok memiliki 22 situ untuk menampung air hujan. Namun, situ-situ yang ada di kawasan hulu mengalami sedimentasi atau pendangkalan. Karena itu, tahun ini, Pemerintah Kota Depok berencana menormalisasi atau mengeruk 22 situ yang dimiliki Depok.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Depok M Munir mengatakan, setiap tahun Pemerintah Propinsi DKI Jakarta selalu memberikan dana hibah kepada Depok untuk penanganan banjir. Penanganan banjir tahun ini, fokus terhadap perbaikan drainase dan normalisasi situ.

“Banjir fokus perbaikan dan pembuatan drainase, baik di pemukiman maupun drainase yang ada di dalam kawasan jalan. Gubernur Jakarta kan selalu beri dana hibah untuk Pemkot Depok, perbaikan drainase, normalisasi situ,” ungkapnya kepada wartawan di Balai Kota Depok, Jumat (25/1/2013).

Pihaknya juga akan memperbanyak resapan air berupa penambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) seperti taman kota. Selain itu, setiap lingkungan juga diwajibkan membuat sumur resapan. “Kerjasama dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH), termasuk penanaman pohon. Pengerukan 22 situ,” imbuhnya.

Kerjasama yang terintegrasi juga perlu dilakukan di sepanjang Sungai Ciliwung. “Ciliwung ke arah DKI makin menyempit, karena itu ada rencana pemerintah pusat lebarkan Ciliwung ke arah DKI agar lebar dari 50 meter, situ-situ yang ada di Jalan Juanda seperti Pangarengan dan Pedongkelan juga perlu diperluas,” tegasnya.

Februari 2013

Sebanyak 20 Situ di Depok Belum Dikelola untuk Wisata

Sumber: http://www.detikdepok.com/2013/6 February 2013

Depok – Pemerintah Kota Depok hingga kini belum menggarap danau-danau (situ) yang ada di wilayahnya untuk kepentingan wisata sehingga bisa menjadi tambahan pemasukan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Masih ada 20 situ yang belum digarap maksimal untuk wisata air di daerah itu.

Setu-Depok

Kepala Bidang Pengambangan Pariwisata, Seni, dan Budaya Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Seni Budaya Kota Depok, Abdul Rojat menjelasakan ada tiga kendala yang membuat banyak situ di Depok belum bisa dikembangkan menjadi wisata tirta.

Pertama kendala pendanaan. Kedua, akses jalan ke situ yang kurang memadai. “Beberapa situ letaknya agak nyempil dan jalannya sempit,” ujarnya kepada wartawan di ruangannya, Jumat (16/04).

Kendala terakhir, tambah Abdul, tidak semua situ layak dikembangkan menjadi daerah wisata karena terlalu dalam. Jika kedalaman situ mencapai lebih dari 4 meter, maka dikhawatirkan justru akan membahayakan pengunjung.

Sampai 2010 ini dari 26 situ di Depok, baru enam situ, yang dikembangkan. Keenamnya antara lain, situ Pedongkelan, situ Asih Pulo, situ Rawa Besar, situ Citayam, situ Jatijajar, dan situ Pengasinan.

Tahun depan rencananya, akan ada dua situ lagi yakni situ Cilangkap dan Situ Cilodng yang akan digarap menjadi wisata tirta. “Kita anggarakan sekitar 90 juta untuk garap dua situ itu. Mudah-mudahan saja disetujui,” kata Abdul. Dana tesebut akan digunakan untuk pengadaan sepeda air dan pembuatan dermaga. (wisata depok, tempo.co)

Juli 2013

4 situ ganjal Perda RTRW Depok

Sumber: http://metro.sindonews.com/ 11 Juli 2013  

Sindonews.com – Kendati Pemerintah Pusat memberi tenggat agar setiap pemerintah daerah sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) hinga 2013, namun Pemerintah Kota Depok tampaknya mengalami kesulitan.

Ada empat situ (danau) yang menjadi ganjalan Pemkot Depok agar usulan Perda RTRW disetujui.

“Sampai sekarang kami masih menunggu pengesahan dari provinsi. Masalahnya, belum ada persamaan presepsi mengenai empat situ,” kata Kepala Bappeda Kota Depok, Misbahul Munir, Kamis (11/07/2013).

Dalam draft yang diajukan Pemkot ke Provinsi tidak dicantumkan empat situ di Depok, yaitu Situ Cening Ampe dan Pondok Gurame di Sukmajaya, Situ Telaga Golf di Sawangan dan situ di dekat Gunadarma, Kecamatan Cimanggis.

Padahal, di tingkat provinsi keempat situ tersebut terdata. Kendala terjadi ketika pemprov bersikukuh bahwa empat situ tersebut harus tertera dalam draft RTWR.

“Padahal, itu bukan lagi situ karena sudah alih fungsi. Ini yang menjadi kendala sehingga perda berlum disyahkan,” papar Munir.

Penggodokan draft tersebut menjadi alot di tingkat provinsi. Padahal, Pemkot Depok mengaku sudah menyelesaikan draft dan akan segera disyahkan menjadi perda. Pihaknya berupaya untuk segera menyelesaikan kendala tersebut dengan cara mengusahakan agar draft disetujui dan dapat segera disyahkan menjadi perda.

“Kami usahakan selesai 2013 ini, nanti mungkin akan ada rapat lagi untuk menyamakan persepsi,” ungkapnya.   (ysw)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: