Balai PSDA Ciliwung Cisadane

STRATEGI PENGELOLAAN SITU DI KOTA DEPOK TAHUN 2006-2010

 Oleh: Suherman M.U., Sp

Kepala UPTD Balai  PSDA WS Ciliwung Cisadane

Materi disampaikan dalam Pelatihaan Pemberdayaan dan Penguatan Pokja Situ. Depok, 22 – 24 Mei 2006

 A.     PENDAHULUAN

 Dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 33 ayat 3 disebutkan bahwa ”Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat secara adil dan merata.”  Kemudian, pasal ini juga dijelaskan lebih lanjut dalam UU No. 7 Tahun 2004 tentang umber Daya Air, bahwa:

  1. Sumberdaya air merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa yang memberikan manfaat serbaguna untuk mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat di segala bidang baik sosial, ekonomi, budaya, politik maupun bidang ketahanan nasional;
  2. Dalam menghadapi ketidakseimbangan antara ketersediaan air yang cenderung menurun, dan kebutuhan air yang cenderung meningkat sejalan dengan perkembangan jumlah penduduk dan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, sumber daya air harus dikelola, dipelihara, dimanfaatkan, dilindungi dan dijaga kelestariannya dengan memberikan peran kepada masyarakat dalam setiap tahapan pengelolaan sumberdaya air.
  3. Pengelolaan sumber daya air perlu diarahkan untuk mewujudkan sinergi dan keterpaduan antar wilayah, antar sektor, dan antar generasi dalam rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

Pernyataan dari pasal-pasal kedua undang-undang di atas mengingatklan kepada kita semua tentang betapa pentingnya peran air dan sumber air bagi kehidupan manusia dan lingkungannya. Proses memanfaatkan air bagi masyarakat agar berlangsung abadi dan sekaligus mampu menciptakan pertumbuhan, keadilan sosial dan kemampuan untuk berdiri sendiri di atas kekuatan sendiri menuju masyarakat adil dan makmur. Hal ini dalam kenyataannya sudah tentu akan menuntut suatu penanganan sumberdaya air, yang menyeluruh, tearah, terpadu dan berkesinambungan. Apalagi jika kita sadari bahwa akselerasi perkembangan pembangunan berbagai sektor, khususnya di wilayah Bodebek saat ini hampir di segala bidang meningkat dengan sangat cepat. Pembangunan tersebut sudah  barang tentu menuntut pemenuhan ruang, lahan  dan juga air serta prasarana wilayah lainnya.

Keberadaan sumber air khususnya situ di wilayah Bodebek memegang peranan penting terutama dalam penyediaan air baku, pengendalian banjir, serta menjaga kondisi lingkungan mikro khususnya dalam pengisian kembali (recharge) air tanah. Oleh karena itu keberadaannya, kondisi, dan fungsinya harus senantiasa dijaga dan dipelihara dengan baik.

B.     GAMBARAN UMUM TENTANG SITU-SITU DI WS CILIWUNG CISADANE.

Berdasarkan hasil kompilasi data situ di wilayah Bodebek terdapat 150 buah situ yang berada di Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane. Situ-situ tersebut tersebar di 5 (lima) Kabupaten/Kota, yakni:

  • Kabupaten Bogor  94 situ
  • Kota Bogor 7 situ
  •  Kota Depok 30 situ
  • Kota Bekasi 5 situ, dan
  • Kabupaten Bekasi 14 situ.

Luas total situ-situ tersebut mencapai 763,47 ha dengan perkiraan  kapasitas tampung efektif mencapai 20,182 juta m3. Namun berdasarkan informasi terakhir bahwa jumlah situ di Kota Depok hanya tingal 22 situ.

1.      Sebaran Lokasi Situ

2. Klasifikasi Situ Berdasarkan Luas Areal

3.      Gambaran Umum Pengelolaan Situ-Situ di Kota Depok

Berikut adalah nama-nama situ yang berada di Kota Depok beserta lokasi dari situ tersebut dan juga luas (kapasitas efektif) dari masing-masing situ

No

Nama Situ

Lokasi Kelurahan

Luas (ha)

Pemanfaatan

Keterangan Pengelola

1.     

Asih Pulo

Rangkapan Jaya

4,4

Memenuhi kebutuhan air masyarakat

Pemda Tk I. Jabar

2.     

Bahar / Sidomukti

Sukamaju / Sidomukti

2

Memenuhi kebutuhan air masyarakat

Pemda Tk I. Jabar

3.     

Bojongsari

Sawangan

28,25

Memenuhi kebutuhan air masyarakat

Pemda Tk I. Jabar

4.     

Bunder

Cisalak

2

Tempat pembuangan sampah

Pemda Tk I. Jabar

5.     

Cilangkap

Cilangkap

6

Memenuhi kebutuhan air masyarakat

Pemda Tk I. Jabar

6.     

Cilodong

Kalibaru

9,5

Memenuhi kebutuhan air masyarakat

Pemda Tk I. Jabar

7.     

Ciming

Ciming

0

Memenuhi kebutuhan air masyarakat

Pemda Tk I. Jabar

8.     

Citayam

Bj. Pondok Terong

8,15

Drainaee, pembuangan sampah, penampungan

Pemda Tk I. Jabar

9.     

Gadog

Cisalak Pasar

1

Memenuhi kebutuhan air masyarakat

Pemda Tk I. Jabar

10. 

Gede

Cisalak Pasar

1

 

Pemda Tk I. Jabar

11. 

Gembung Baru

Harja Mukti

7,2

Kawasan Pramuka

Pemda Tk I. Jabar

12. 

Jatijajar

Jatijajar

8,5

Memenuhi kebutuhan air masyarakat

Pemda Tk I. Jabar

13. 

Krukut

Krukut

0

Memenuhi kebutuhan air masyarakat

Pemda Tk I. Jabar

14. 

Lembah Gurame

Depok Jaya

0

Drainaee, pembuangan sampah, penampungan

Pemda Tk I. Jabar

15. 

Pangarengan

Cisalak

10

Memenuhi kebutuhan air masyarakat

Pemda Tk I. Jabar

16. 

Pasir Putih

Pasir Putih

0

Memenuhi kebutuhan air masyarakat

Pemda Tk I. Jabar

17. 

Patinggi

Tapos

4

Pariwisata air

Pemda Tk I. Jabar

18. 

Dongkelan

Tugu

2,5

Memenuhi kebutuhan air masyarakat

Pemda Tk I. Jabar

19. 

Peladen

Beji

1,5

Memenuhi kebutuhan air masyarakat

Pemda Tk I. Jabar

20. 

Pengasinan

Pasir Putih

0

Memenuhi kebutuhan air masyarakat

Pemda Tk I. Jabar

21. 

Pitara

Pancoran Mas

 

Suplai air ke Jakarta Selatan

Pemda Tk I. Jabar

22. 

Rawa Baru

Sukmajaya

7,5

Studio alam TVRI

Pemda Tk I. Jabar

23. 

Rawa Besar

Depok Jaya

13

Memenuhi kebutuhan air masyarakat

Pemda Tk I. Jabar

24. 

Rawa Kalong

Curug

8

Memenuhi kebutuhan air masyarakat

Pemda Tk I. Jabar

25. 

Telaga Subur

Pancoran Mas

1,5

 

Pemda Tk I. Jabar

26. 

Tipar

Mekarsari

11,5

Memenuhi kebutuhan air masyarakat

Pemda Tk I. Jabar

27. 

UI 1

Pondok Cina

4,5

Konservasi air, penampungan drainase

Pemda Tk I. Jabar

28. 

UI 2

Pondok Cina

4,5

Konservasi air, penampungan drainase

Pemda Tk I. Jabar

29. 

UI 3

Pondok Cina

4,5

Konservasi air, penampungan drainase

Pemda Tk I. Jabar

30. 

UI 4

Pondok Cina

4,5

Konservasi air, penampungan drainase

Pemda Tk I. Jabar

 

J u m l a h

 

 

156,1

 

 

4.      Skema Drainase Utama (major drainage) di Kota Depok

Secara umum situ-situ yang berada di wilayah depok merupakan bagian dari sistem drainase Kota Depok. Dari skema jaringan drainase utama dapat dilihat bahwa apabila dalam kondisi kapasitas tampung maksimal, pada musim hujan situ-situ tersebut dapat berfungsi sebagai retarding basin dan dapat memberikan kontribusi dalam pengendalian banjir Jakarta.

 C.     PERMASALAHAN

 Permasalahan umum dengan pengelolaan situ, dinataranya:

1.      Seiring dengan berkembangnya waktu, terjadi degradasi luas, kondisi dan fungsi situ, hal ini disebabkan karena:

  • Pendangkalan oleh sedimen atau gulma
  • Perambahan lahan situ oleh masyarakat untuk keperluan permukiman dan pertanian
  • Menurunnya kualitas dan kuantitas pasokan atau ketersediaan air
  • Terbatasanya ketersediaan personil dan anggaran, sehingga pelaksanaan operai dan pemeliharaan belum optimal
  • Kurangnya kepedulian masyarakat dalam kegiatan pelestarian situ
  • Belum berkembangnya peran serta masyarakat/swasta dalam kerjasama pengelolaan situ.

2.      Status kewenangan pengelolaan situ yang belum pasti (dalam RPP Waduk, danau, Embung dan Situ dijelaskan bahwa kewenangan pengelolaan situ tergantung keberadaan situ di DAS nya dan kewenangannya mengikuti kewenangan pengelolaan DAS).

D.     STRATEGI PENGELOLAAN SITU

1.      Umum

Telah disepakati bahwa focal concern Pemerintah propinsi Jawa Barat periode tahun 2003 – 2008 yang tertuang dalam Perda Nomor 1 Tahun 2004, yaitu ”Akselerasi peningkatan kesejahtaraan masyarakat guna mendukung pencapaian Visi Jawa Barat 2010.”

Visi Jawa Barat ”Dengan Iman dan Taqwa, Jawa Barat menjadi Provinsi Termaju dan Mitra Terdepan Ibukota Negara”. Dalam bidang sumberdaya air sudah barang tentu sebagai mitra terdepan ibukota negtara, diharapkan situ-situ di wilayah Bodebek dapat memberikan kontribusi yang besar dalam peningkatan lingkungan dan kesejahtaraan masyarakt di Jakarta dan Bodebek sendiri sesuai dengan fungsi situ sebagai penyedia air baku untuk berbagai macam kebutuhan serta pengendali banjir.

2.      Kebijakan

  •  Mendayagunakan sumber daya air secara menyeluruh, terpadu, berkelanjutan dan berwawasan lingkungan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat (Perda Provinsi Jawa Barat No. 3 Tahun 2001 tentang Pola Induk Pengelolaan Sumber Daya Air di Jawa Barat).
  • Mengembangkan waduk / bendungan, situ dan embung dalam rangka penyediaaan air baku serta konservasi air dan mengembangkan serta mempertahankan jaringan irigasi yang ada (Perda Provinsi Jawa Barat No. 2 Tahun 2003 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Barat).
  • Memantapkan infrastruktur wilayah dalam rangka mendukung pemerataan dan pertumbuhan ekonomi (Perda Provinsi Jawa Barat No. 1 Tahun 2004 tentang Rencana Strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 – 2008).
  • Mendukung dan merealisasikan kegiatan konservasi, rehabilitasi, operasi dan pemeliharaan, serta melakukan penelitian situ dalam rangka pemanfaatan dan pengembangannya di daerah masing-masing (Kesepakatan 3 Gubernur dan 7 Kabupaten/Kota tentang Kerjasama dalam rangka perlindungan dan pelestarian situ terpadu di wilayah Jabodetabek)
  • Melaksanakan rencana program perlindungan dan pelestarian situ terpadu di Wilayah Jabodetabek (Kesepakatan 3 Gubernur dan 7 Kabupaten/Kota tentang Kerjasama dalam rangka perlindungan dan pelestarian situ terpadu di wilayah Jabodetabek

3.      Program

Program pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur Sumber Daya  Air dan Irigasi (Repetada Provinsi Jawa Barat) dengan tujuan untuk mewujudkan infrastruktur sumber daya air dan irigasi yang handal dalam penyediaan air baku, pengendalian daya rusak air dan ketahanan pangan, dengan tujuan dan sasaran program sebegai berikut:

3.1.    Tujuan Program

Mewujudkan infrastruktur sumber daya air dan irigasi yang handal dalam penyediaaan air baku, pengendalian daya rusak air dan ketahanan pangan.

3.2.    Sasaran Program

  • Meningkatkan kondisi dan fungsi situ dan sungai sebagai sarana dan prasarana konservasi, penyedia air baku dan pengendali banjir.
  • Terkendalinya pencemaran dan kualitas air baku
  • Meningkatnya kemitraan dan peran serta masyarakat dalam pengelolaan situ.
  • Meningkatnya sistem informasi situ.
  • Terkoordinasi dan terfasilitasinya aspek penanganan situ.

3.3.    Program pada Dinas PSDA Jabar

Dalam operasionalnya program tersebut dijabarkan kembali menjadi beberapa program pada Dinas PSDA Provinsi Jawa Barat, terdiri dari:

  1. Program pengelolaan prasarana pengamanan dan pendayagunaan situ dan sungai
  2. Program pengelolaan prasarana pengendali banjir dan penangulangan daya rusak air
  3. Program pengelolaan situ
  4. Program pengelolaan jaringan air baku
  5. Program pengelolaan jaringan hidrologi
  6. Program pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran
  7. Program pemberdayaan masyarakat dan kemitraan swasta
  8. Program pengembangan kelembagaan dan peningkatan sumber daya manusia

4.      Kegiatan dan pola Pengelolaan

Berdasarkan kebijakan-kebijakan dan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Program-program Dinas PSDA Provinsi Jawa Barat serta dengan memperhatikan kondisi lingkungan dan rencana strategis Pemerintah Kota Depok, dapat disusun beberapa alternatif kegiatan dalam pengelolaan situ sehingga pada akhirnya situ-situ tersebut dapat  memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat disekitarnya.

Alternatif kegiatan:

No

Kegiatan

Pola

1.

Pengelolaan Situ: Rehabilitasi

O & P

Dilaksanakan dan dibiayai sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat

2.

Pengelolaan Situ:

Rehabilitasi

O & P

Kewenangan pengelolaan diserahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Kota Depok melalui mekanisme Tugas Dekonsentrasi / Tugas Pembantuan

3.

Pengelolaan Situ:

Rehabilitasi

O & P

Dilaksakan sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat

Dilaksanakan bersama-sama dengan Pemerintah Desa / Masyarakat

4.

Pengelolaan Situ:

Rehabilitasi

Dilaksanakan bersama antara Pemerintah Daerah dan LSM dengan pola pemberdayaan masyarakat

5.

Pengelolaan Situ

Dikerjasamakan antara Pemerintah Daerah dengan Phak Swasta

5.      Kerjasama Pemerintah daerah dengan Swasta

Sesuai dengan Keputusan Gubernur Jawa Barat No. 28 Tahun 2005 tentang pedoman Kerjasama antara daerah dengan Pihak ketiga yang dimaksud dengan Kerjasama daerah adalah suatu kesepakatan tertulis yang dibuat  oleh dan antar Pemerintah daerah yang melakukan kerjasama dalam bentuk dan bidang-bidang tertentu dengan Badan Usaha Swasta / Badan lain yang pelaksanaannya dijamin oleh hukum dan mengikat para pihak serta menimbulkan akibat hukum.

Memperhatikan ketentuan dalam Keputusan Gubernur tersebut, kerjasama pengelolaan situ di Kota Depok dapat dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah dan Pihak Swasta.

a.       Tujuan Kerjasama

·        Menunjang upaya pemerintah dalam mewujudkan pembangunan di bidang sumberdaya air, khususnya dalam pengelolaan situ agar lingkungan, kondisi dan fungsi situ tetap terjaga sehingga dapat m,emberikan manfaat yang berkelanjutan.

·        Memenuhi kewajiban Pemerintah provinsi Jawa Barat dalam membangun dan menyediakan prasarana wilayah.

b.      Asas-Asas Kerjasama

Kerjasama ini harus dilandasi dengan asas-asas:

·    Asas efisiensi

·    Asas optimalisasi manfaat

·    Asas koordinasi

·    Asas keterpaduan

·    Asas harmonisasi

·    Asas keseimbangan

·    Asas kesetaraan

·    Asas saling membantu

·    Asas keterbukaan

·    Asas peran serta masyarakat

·    Asas itikad baik

c.       Prinsip-Prinsip Kerjasama

·    Kerjasama  pengelolaan situ tidak melampaui dan harus sejalan dengan kewenangan Pemerintah daerah dalam kerangka penyelenggaraan Otonomi daerah serta sejalan dengan pembangunan yang berkelanjtan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

·    Kerjasama pengelolaan situ tidak boleh merugikan dan atau bertentangan dengan kepentingan politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan / keamanan bangsa dan negara.

·    Kerjasama pengelolaan situ harus senantiasa diarahkan pada perolehan manfaat dan keuntungan di anara para pihak, dengan tetap  mengutamakan  penegakan prinsip-prinsip pemerintah yang baik dan prinsip-prinsip penyelengaraan usaha yang baik demi kepentingan pembangunan nasional dan daerah.

·    Substansi dan pelaksanaan kerjasama tidak boleh menimbulkan  dampak yang negatif serta harus aman ditinjau dari berbagai segi.

d.      Ruang Lingkup Kerjasama

Ruang lingkup kerjasama meliputi kerjasama pengelolaan situ yang terdiri dari rehabilitasi, konservasi dan pendayagunaan situ.

e.       Bentuk Kerjasama

Kerjasama pengelolaan situ dituangkan dalam bentuk Kontrak antara Pemerintah Daerah dengan Pihak Swasta yang pelaksanaannya diatur dalam perjanjian / Kontrak Kerjasama.

f.        Jenis Kerjasama

Banyak jenis kerjasama yang dapat ditempuh oleh kedua belah pihak, diantaranya:

·        Kontrak manajemen, dalam hal ini kontrak yang berisi kesepakatan untuk melakukan pengorganisasian dan pengendalian kegiatan pengelolaan situ.

·        Kerjasama bantuan Operasi / Kerjasama Operasonal / KSO (Operations Assistance), adalah kontrak yang berisi kesepakatan antara para pihak dalam hal salah satu menyediakan sarana dan pihak yang lain berkewajiban mengoperasikan.

·        Kerjasama Kontrak Operasi dan Peralatan (Contract Operations and Maintenance), adalah kontrak yang berisi kesepakatan antara para pihak dalam hal salah satu pihak berkewajiban menyediakan peralatan dan pihak lain berkewajiban mengoperasikan peralatan tersebut.

·        Kerjasama Pembiayaan (Contract Operations and Maintenance with Working Capital), adalah kontrak yang berisi kesepakatan untuk membiayai suatu kegiatan usaha.

·        Kerjasama Bangun, Guna, Sewa, Serah (Build, Operate, Leasehold, and transfer  / BOLT), adalah kontrak yang berisi kesepakatan dalam hal salah satu pihak berkewajiban menyediakan lahan dan pihak yang lain untuk membangun dan mengoperasikan bangunan dengan cara menyewakan dan menyerahkan kembali sesuai dengan jangka waktu yang  ditentukan.

·        Kerjasama Bangun, Guna, Sera (Build, Operate, Transfer / BOT) adalah kontrak yang berisi kesepakatan dalam hal salah satu pihak menyediakan lahan dan pihak lain berkewajiban membangun, mengoperasikan dan menyerahkan kembali lahan beserta bangunan sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan.

·        Kerjasama Renovasi, Guna, Sewa, Serah (Renovate, Operate, Lesehold, and Transfer / ROLT), adalah kontrak yang berisi kesepakatan dalam hal salah satu pihak berkewajiban merenovasi, mengoperasikan dan menyerahkan kembali.

·        Kerjasama Bangun, Serah, Sewa (Build, Transfer and Rent / BRT), adalah kerjasama Bangun, Sewa, Sewa, serah yaitu kombinasi antara BOT dan BRT

·        Kerjasama Bangun, Serah (Build and Transfer / BT), adalah kontrak yang berisi kesepakatan yang mewajibkan salah satu pihak membangun dan menyerahkan kepada pihak lain.

Memperhatikan tujuan, asas-asas dan prinsip-prinsip kerjasama yang telah diuraikan  di atas, maka dalam pengelolaan situ cenderung untuk menerapkan jenis kerjasama Bangun, Guna, Serah (Build, Operate, and Transfer / BOT), adalah kontrak yang berisi kesepakatan dalam hal salah satu pihak menyediakan lahan dan pihak lain berkewajiban membangun, mengoperasikan dan menyerahkan kembali lahan beserta bangunan sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan.

Namun mengingat bahwa kondisi dan lingkungan situ saat ini satu dengan yang lain berbeda maka apabila pola kerjasama ini akan diterapkan maka terlebih dahulu harus dilaksanakan pengkajian masing-masing situ sehingga dapat dipilih jenis kerjasama yang cocok untuk setiap situ

E.      PENUTUP

Penjelasan singkat di atas merupakan gambaran tentang upaya-upaya yag dibutuhkan dalam pengelolaan situ di Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane khususnya Kota Depok dalam rangka penyediaan air baku untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan serta memberikan kontribusi dalam pengendalian banjir Jakarta, sehingga pada akhirnya dapat menunjang upaya-upaya pencapaian visi Pemerintah Jawa Barat.

Namun perlu disadari bahwa hal tersebut memerlukan koordinasi dan kerja bersama semua komponen masyarakat baik kalangan pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengusaha, lembaga pendidikan tinggi, LSM, dan masyarakat lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: