Rosnila

PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEBERADAAN SITU (STUDI KASUS KOTA DEPOK)

Oleh : ROSNILA, SEKOLAH PASCASARJANA, INSTITUT PERTANIAN BOGOR, 2 0 0 4

Sumber: http://www.damandiri.or.id/

ABSTRAK

Rosnila. Perubahan Penggunaan Lahan dan Pengaruhnya terhadap Keberadaan Situ (Studi Kasus Kota Depok). Dibimbing oleh Santun R.P. Sitorus dan Ernan Rustiadi


Pergeseran fungsi kota ke daerah pinggiran mempercepat terjadinya perubahan penggunaan lahan yang mengarah pada perkotaan. Kondisi ini berdampak pada penurunan luas dan kualitas situ. Tujuan penelitian ini adalah (1) mempelajari perubahan luas situ dan kondisi situ (2) mempelajari dinamika perubahan penggunaan lahan di sekitar kawasan situ, (3) menganalisis faktorfaktor yang mempengaruhi keberadaan situ dan (4) mempelajari pemahaman dan pemanfaatan situ oleh masyarakat. Metode yang dipakai adalah analisis data spasial dengan bantuan Sistem Informasi Geografis (SIG), analisis Korelasi Pearson, regresi berganda dan khi kuadrat.

Luas di tujuh situ selama kurun waktu 1991 – 2001 memiliki kecenderungan menurun. Kondisi umum di ketujuh situ telah mengalami pendangkalan akibat sedimentasi, banyaknya gulma yang tumbuh, pengurugan dan alih fungsi lahan di areal situ. Perubahan penggunaaan lahan di DTA situ menunjukkan terjadinya penurunan luas vegetasi campuran, lalu diikuti tegalan dan lahan sawah. Sebaliknya permukiman dan lahan terlantar mengalami penambahan luas. Faktor yang berpengaruh terhadap perubahan luas situ adalah jarak desa dimana situ berlokasi ke ibukota kabupaten/kota yang membawahi, laju perubahan luas permukiman, laju perubahan luas lahan sawah, laju perubahan luas lahan terlantar dan jarak desa dimana situ berlokasi ke ibukota kabupaten/kota yang terdekat. Hasil uji beda khi kuadrat menunjukkan pendapat masyarakat terhadap pembuangan limbah industri dan limbah domestik ke dalam situ, kegiatan perikanan dan kegiatan rekreasi memiliki perbedaan yang nyata antara situ yang relatif alami dengan situ yang terpengaruh oleh aktivitas manusia.

Kunci: situ, perubahan penggunaan lahan, DTA (daerah tangkapan air) situ

I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pesatnya pembangunan menyebabkan bertambahnya kebutuhan hidup, termasuk kebutuhan akan sumberdaya lahan. Kebutuhan lahan di kawasan perkotaan semakin meningkat sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan kegiatan sosial ekonomi yang menyertainya. Peningkatan kebutuhan lahan ini merupakan implikasi dari semakin beragamnya fungsi di kawasan perkotaan seperti pemerintahan, perdagangan dan jasa serta industri yang disebabkan oleh keunggulannya dalam hal ketersediaan fasilitas dan kemudahan aksesibilitas sehingga mampu menarik berbagai kegiatan untuk beraglomerasi.

1.2. Definisi Kerja

1.3. Perumusan Masalah

1.4. Tujuan Penelitian

Hipotesis Penelitian

Kegunaan Penelitian

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Sumberdaya Lahan

Sumberdaya lahan merupakan sumberdaya alam yang sangat penting untuk kelangsungan hidup manusia karena diperlukan dalam setiap kegiatan manusia, seperti untuk pertanian, daerah industri, daerah pemukiman, jalan untuk transportasi, daerah rekreasi atau daerah-daerah yang dipelihara kondisi alamnya untuk tujuan ilmiah. Sitorus (2001) mendefinsikan sumberdaya lahan (land resources) sebagai lingkungan fisik terdiri dari iklim, relief, tanah, air dan vegetasi serta benda yang ada di atasnya sepanjang ada pengaruhnya terhadap penggunaan lahan. Oleh karena itu sumberdaya lahan dapat dikatakan sebagai ekosistem karena adanya hubungan yang dinamis antara organisme yang ada di atas lahan tersebut dengan lingkungannya (Mather, 1986).

2.2 Penggunaan Lahan

2.3 Perubahan Penggunaan Lahan

2.4 Sumberdaya Air Permukaan: Situ

2.5 Sistem Informasi Geografis

III. BAHAN DAN METODE

3.1. Waktu dan Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada Bulan November 2003 sampai dengan Bulan Mei 2004. Lokasi penelitian dilaksanakan di Kota Depok (Gambar 4).

3.2 Penentuan Sampel dan Responden

3.3. Pengumpulan Data

3.4. Analisis Data

3.4.1. Analisis dinamika perubahan penggunaan lahan di sekitar situ

3.4.2. Analisis Pendugaan Pertumbuhan

3.4.3. Analisis faktor yang mempengaruhi luas situ

3.4.4. Analisis wawasan masyarakat sekitar situ dan pemanfaatan situ

3.5. Kerangka Berpikir

IV.GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN

4.1 Letak, Luas dan Batas Wilayah

Secara Geografis Kota Depok terletak di antara 06019’ – 06028’ Lintang Selatan dan 106043’ BT-106055’ Bujur Timur. Pemerintah Kota Depok merupakan bagian wilayah dari Propinsi jawa Barat yang berbatasan dengan tiga kabupaten dan satu propinsi yaitu:
Sebelah Utara berbatasan dengan DKI Jakarta dan Kecamatan Ciputat Kabupaten Tangerang
Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor
Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Pondokgede Kota Bekasi dan Kecamatan Gunungsindur Kabupaten Bogor
Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Parung dan Kecamatan Gunungsindur Kabupaten Bogor

4.2 Topografi dan Geomorfologi

4.3 Geologi Wilayah

4.4 Hidrogeologi Wilayah

4.5 Iklim dan Curah Hujan

4.6 Jenis Tanah

4.7 Penggunaan Lahan

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1. Kondisi Situ dan Perubahan Luas Situ di Kota Depok

Situ merupakan sumberdaya air permukaan yang penting bagi kehidupan manusia. Namun akibat perubahan lingkungan menyebabkan ekosistem situ terganggu. Permasalahan yang umum terjadi pada ekosistem situ di Kota Depok adalah terjadinya sedimentasi, eutrofikasi, pengurugan dan alih fungsi lahan. Salah satu indikasi bahwa situ tersebut mengalami gangguan terlihat dari semakin berkurangnya daya tampung air situ sehingga luas situ menurun. Gambar 8 menunjukkan bahwa ketujuh situ (Situ Citayam, Cilangkap, Rawa Kalong, Jatijajar, Cilodong,Tipar dan Pedongkelan) mengalami penurunan luas.
Analisis Estimasi
Analisis Estimasi Perubahan Luas Situ
Analisis Estimasi Jumlah Penduduk
Dinamika Perubahan Penggunaan Lahan di Daerah Tangkapan Air Situ
Perubahan Penggunaan lahan
Laju Pengurangan dan Penambahan Luas Penggunaan Lahan
Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Luas Situ
Analisis Pemahaman dan Pemanfaatan Situ oleh Masyarakat
Karakteristik Rumah Tangga Responden
Pemahaman Masyarakat terhadap Eksistensi Situ
Peranan Situ bagi Masyarakat Sekitar

VI. KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan

Perubahan luas di ketujuh situ selama kurun waktu 1991 – 2001 memiliki kecenderungan menurun. Kondisi umum di ketujuh situ telah mengalami pendangkalan akibat sedimentasi, banyaknya gulma yang tumbuh, pengurugan dan alih fungsi lahan di areal situ.6.2. Saran

Penelitian yang berkaitan dengan perubahan penggunaan lahan dan pelestarian situ perlu disarankan untuk terus dilakukan mengingat aktivitas masyarakat di areal situ terus meningkat yang dapat mengancam keberadaan situ.
Untuk mengkaji perubahan penggunaan lahan dan perubahan luas situ secara lebih akurat disarankan menggunakan data spasial time series tiap tahun dengan cakupan penelitian yang lebih luas (lebih menarik se Jabodetabek).

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN 1
LAMPIRAN 2
LAMPIRAN 3

RIWAYAT HIDUP

ROSNILA. Dilahirkan pada tanggal 10 Nopember 1975 di Bukit Kerambil Kabupaten Padang Pariaman dengan nama Ibu Jumiar dan Ayah Naumar. Penulis anak ketiga dari lima bersaudara.

Penulis menamatkan sekolah dasar di SD Durian Daun pada tahun 1988 kemudian meneruskan ke tingkat yang lebih tinggi yaitu SMP Negeri Pilubang. Pada tahun 1991 melanjutkan sekolah ke SMA Negeri 2 Pariaman. Pada tahun 1994 Penulis melanjutkan pendidikan ke Universitas Andalas Padang pada Jurusan Biologi dan selesai pada tahun 1999. Pada tahun 2000 Penulis melanjutkan pendidikan master di IPB pada Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: