Berita Situ Baru

April 2011

Situ Baru Salah Satu Potensi Wisata

Sumber:http://www.depok.go.id/   30 April 2011 

Keberadaan Situ Baru di kawasan Studio Alam sebagai potensi wisata harus bisa dioptimalkan oleh masyarakat bersama pemerintah.

Menurut Ues Suryadi, Lurah Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya Situ Baru seakan telah mati, tapi sekarang dihidupkan kembali dengan sistem manajemennya yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Selain mengoptimalkan setu tersebut, kawasan itu juga bisa dijadikan salah satu objek tujuan wisata. Oleh karena itu, sedang dilakukan penataan mulai dari kebersihan hingga penanaman beberapa jenis pohon yang bertujuan untuk memberi keindahan dan keteduhan kawasan tersebut.

Juli 2011

Rencana Rehabilitasi Situ Sidomukti 

Sumber:http://rw03pondoksukmajayadepok.blogspot.com/  6 Juli 2011

Pada Rabu, 6 Juli 2011 di aula Kecamatan Sukmajaya Depok, mulai Pk. 09.00 – 12.00 diadakan PKM (Pertemuan Konsultasi Masyarakat) untuk membahas rehabilitasi Situ Sidomukti (Situ Baru atau Situ Studio Alam). Hadir pada pertemuan itu, Staf Dirjen Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Satuan Kerja Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane, Ketua Badan Lingkungan Hidup Kota Depok, Staf Konsultan PT. Puser Bumi, Camat Sukmajaya, Lurah Sukmajaya, beberapa Ketua RW di lingkungan Kelurahan Sukmajaya, Pokja Situ, Organisasi Pengusaha Kota Depok, yang mewakili Kepolisian Resort, Sektor, Danramil, dan undangan lainnya.

Pertemuan itu membahas atau menampung aspirasi, keinginan atau harapan warga (yang diwakili pimpinan lingkungannya) tentang “mau diapakan situ ini nantinya,” Pihak konsultan dan BBWS telah melakukan pemetaan dan pengkajian awal (peninjauan lokasi) di Situ Sidomukti tersebut. Hasilnya telah dipaparkan yang pada intinya Situ Sidomukti memiliki masalah, yaitu: (1) pendangkalan, pencemaran limbah perumahan, dan gulma di sisi hilir, atau di sebelah selatan: Perumahan Permata Duta dan sekitarnya, (2) kondisi pintu penguras, pintu sorong dan pintu pelimpah (spillway) yang mengaliri limpahan situ menuju ke sungai Ciliwung melalui kali Sugutamu dalam keadaan rusak, (3) saluran keluaran memiliki kecuraman yang dinding-dindingnya sudah mulai rapuh atau terkikis, (4) Situ Sidomukti memiliki ketinggian (+91) di atas rata-rata tanah di perumahan Mutiara Depok dan Pondok Sukmajaya Permai (+85) sehingga menimbulkan ancaman yang serius jika sampai rusak, (5) sebagian, khususnya di sisi timur sudah mulai berubah fungsi, ada yang menjadi bangunan atau tempat dagang.

Masukan dari warga dinyatakan secara oral (langsung), maupun secara tertulis. Umumnya warga menghendaki pengembalian fungsi situs sebagaimana mestinya, mulai dari akta kepemilikan (milik Pemda atau milik Pemerintah Pusat), sampai pemanfaatannya (sebagai tempat rekreasi atau berolah-raga). Caranya dengan membersihkan sampah dan gulma (tanaman air liar), mengeruk, membuat tanggul permanen, dan dikelilingi dengan jogging track, serta membenahi sarana lingkungannya (500 meter di hilir dan 500 meter di hulu) dari situ tersebut.

Setelah berdiskusi, diputuskan untuk mengadakan pertemuan lanjutan sekitar Agustus 2011, untuk memberi paparan mengenai desain awal penataan lingkungan situ oleh Dirjen SDA DPU Satuan Kerja BBWS beserta konsultannya atas masukan-masukan yang telah mereka terima hari ini.

Agustus 2011

Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) Tahap II 

Sumber: http://rw03pondoksukmajayadepok.blogspot.com/  10 Agustus 2011

Pada Rabu, 10 Agustus 2011 mulai Pk. 10.00 WIB telah dilangsungkan Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) Tahap II yang membahas tentang rencana rehabilitasi Situ Sidomukti (Situ Baru atau Situ Studi Alam). Pertemuan ini membahas tentang Detil Desain Rehabilitasi Situ Sidomukti yang merupakan kelanjutan pertemuan I lalu yang meminta saran-saran dari tokoh masyarakat dalam rencana rehabilitasi Situ Sidomukti tersebut.

Seperti biasa, pertemuan dihadiri oleh Camat Sukmajaya, Lurah Sukmajaya, Kapolsek Sukmajaya, LPM Sukmajaya, Pokja Situ, Tokoh-tokoh masyarakat (RW, Usahawan, dll.), Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane DPU, Konsultan PT. Puser Bumi.

Hasil PKM Tahap I telah dirangkum yang hasilnya adalah: (1) aliran keluar dari Situ Sidomukti/ outlet ada dua buah, namun yang berfungsi tinggal satu, masyarakat berharap keduanya difungsikan kembali, (2) pengerukan lumpur dan sampah serta pembabatan tanaman liar air, (3) membenahi penyempitan akibat pemasangan tembok oleh warga, (4) dibuat saringan sampah di hulu agar sampah tidak langsung masuk ke situ, (5) penurapan dinding situ agar tidak terjadi erosi (penggerusan tanah), (6) agar situ dijadikan daerah wisata, (7) penyediaan ruang publik yang bebas retribusi, (8) penyerahan pengelolaan situ dari pemerintah pusat ke pemerintah kota.

Dari hasil survey, diperoleh identifikasi masalah dan kebutuhan penanganan, yaitu: (1) pada inlet 1 (aliran masuk 1 dekat perumahan Permata Duta) kualitas air relatif buruk karena bercampur limbah padat akibat aktivitas manusia, (2) pada inlet 2 (Studio Alam TVRI) saluran air berpotensi tertutup sampah, dan (3) ada aktivitas tempat tinggal dan budi daya ikan yang mengurangi kapasitas tampungan air (ada endapan), (4) banyak tebing situ yang mulai rusak atau sudah longsor, dan (5) tidak berfungsinya saluran (spillway) dan pintu air.

Hal-hal yang harus dilakukan adalah: (1) pembuatan saluran inlet baru (2) pembuatan saluran atau saringan sampah, (3) normalisai saluran inlet lama (4) penggalian/ pengerukan di beberapa area situ, (5) pembuatan dinding penahan situ, (6) perbaikan spillway dan normalisasi saluran outlet 1 di barat Mutiara Depok, (7) perbaikan pintu sorong/ pintu air dan normalisasi saluran outlet 2 di timur Mutiara Depok.

Pendekatan perencanaan yang dilakukan konsultan adalah (1) topografi daerah, bahwa area di hilir situ (perumahan Pondok Sukmajaya, Mutiara Depok) jauh lebih rendah dari permukaan air situ sehingga rehabilitasi diarahkan agar tubuh situ memiliki stabilitasi yang memadai dan tidak mengalami kegagalan, (2) mempertahankan fungsi situ sebagai sarana penampung air dan konservasi lingkungan, (3) mempertahankan luas areal situ agar terbebas dari longsoran dan perambahan oleh masyarakat.

Adapun konsep perencanaan rehabilitasi situ adalah (1) memperkuat tubuh situ di sisi utara, (2) penggalian kom situ, (3) pembuatan dinding penahan tebing situ, (4) pembuatan inlet, saringan sampah, dan normalisasi saluran inlet 1, (5) pembuatan inlet dan normalisasi saluran inlet 2, (6) perbaikan spillway outlet 1, normalisasi saluran outlet 1, (7) pergantian pintu outlet 2, rehabilitasi tebing outlet 2, dan pemasangan bronjong peredam energi pada belokan saluran outlet 2.

Pada pertemuan itu dipaparkan juga gambar spesifikasi teknis dari rencana rehabilitasi situ, seperti (1) perencanaan tubuh situ, (2) penggalian kom (endapan) situ mulai dari 0,5 hingga 2 meter, (3) pembuatan dinding penahan tebing situ, (4) pembuatan inlet dan normalisasi saluran inlet, (5) perbaikan spillway, pintu sorong dan normalisasi saluran outlet, dan (6) pembuatan jogging track dan side drain (saluran air di sisi situ).

Saat ini di tingkat pusat sedang dilaksanakan proses tender untuk merehabilitasi situ Sidomukti, bila tidak ada aral melintang, September 2011 nanti sudah dapat diketahui siapa pihak yang akan merehabilitasi situ dan segera melaksanakan pembangunan itu. Insya Allah pada tahun ini juga. Kita doakan saja.

September 2011

Situ Sidamukti Akan Dibangun Jogging Track dan Side Drain Untuk Objek Wisata

Sumber: http://www.depok.go.id/11 September 2011

Salah satu potensi yang ada di Kecamatan Sukmajaya, yakni Situ Sidamukti di bidang wisata, akan dibangun Jogging track dan Side drain. Dengan tujuan, agar warga yang berkunjung dapat menjadikan tempat tersebut sebagai objek wisata keluarga. Camat Sukmajaya, Adi Parayuda menjelaskan, situ yang luas mencapai tiga hektar itu, akan di evaluasi perbaikannya oleh Kementrian Pekerjaan Umum (PU), Bidang Sumber Daya Air. Rencananya, pembuatan Jogging Track dan Side Drain itu akan di realisasikan pada tahun ini. “ Dengan membuat Jogging Track, warga tidak perlu mencari jauh arena olahraga. Ditambah pemandangan situ yang bagus, bisa menjadi tempat wisata keluarga di akhir pekan,” ucapnya.

Pembuatan Side drain itu, dimaksudkan pembuatan saluran air sebagai penahan air hujan. Dengan begitu, air disitu tidak akan meluap terlalu tinggi. Tak hanya itu, di Side Drain akan dipasangkan jaring, sebagai penahan sampah yang masuk kesitu. “Kami telah mengevaluasi masukan warga memaksimalkan manfaat itu, terutama dari Pokja Situ Sidamukti sangat bagus, yakni penataan tebingan di sekeliling situ,’ lanjutnya.

Ia menuturkan, penataan tebing juga dimaksudkan untuk mengantisipasi terjadinya pendangkalan situ.” Sekarang tergantung aparat pemerintah setempat untuk berkomunikasi dengan lingkungan sekitar situ. Agar tidak terjadi kesalahpahaman nantinya,” tuturnya.

Pada bulan Juli lalu, di Aula Kecamatan Sukmajaya Depok, sudah diadakan PKM (Pertemuan Konsultasi Masyarakat) untuk membahas rehabilitasi Situ Sidomukti (Situ Baru atau Situ Studio Alam). Hadir pada pertemuan itu, Staf Dirjen Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Satuan Kerja Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane, Ketua Badan Lingkungan Hidup Kota Depok, Staf Konsultan PT. Puser Bumi, Camat Sukmajaya, Lurah Sukmajaya, beberapa Ketua RW di lingkungan Kelurahan Sukmajaya, Pokja Situ, Organisasi Pengusaha Kota Depok, yang mewakili Kepolisian Resort, Sektor, Danramil, dan undangan lainnya.

Pertemuan itu membahas atau menampung aspirasi, keinginan atau harapan warga (yang diwakili pimpinan lingkungannya) tentang “mau diapakan situ ini nantinya,” Pihak konsultan dan BBWS telah melakukan pemetaan dan pengkajian awal (peninjauan lokasi) di Situ Sidomukti tersebut. Hasilnya telah dipaparkan yang pada intinya Situ Sidomukti memiliki masalah, yaitu: (1) pendangkalan, pencemaran limbah perumahan, dan gulma di sisi hilir, atau di sebelah selatan: Perumahan Permata Duta dan sekitarnya, (2) kondisi pintu penguras, pintu sorong dan pintu pelimpah (spillway) yang mengaliri limpahan situ menuju ke sungai Ciliwung melalui kali Sugutamu dalam keadaan rusak, (3) saluran keluaran memiliki kecuraman yang dinding-dindingnya sudah mulai rapuh atau terkikis, (4) Situ Sidomukti memiliki ketinggian (+91) di atas rata-rata tanah di perumahan Mutiara Depok dan Pondok Sukmajaya Permai (+85) sehingga menimbulkan ancaman yang serius jika sampai rusak, (5) sebagian, khususnya di sisi timur sudah mulai berubah fungsi, ada yang menjadi bangunan atau tempat dagang.

Masukan dari warga dinyatakan secara oral (langsung), maupun secara tertulis. Umumnya warga menghendaki pengembalian fungsi situs sebagaimana mestinya, mulai dari akta kepemilikan (milik Pemda atau milik Pemerintah Pusat), sampai pemanfaatannya (sebagai tempat rekreasi atau berolah-raga). Caranya dengan membersihkan sampah dan gulma (tanaman air liar), mengeruk, membuat tanggul permanen, dan dikelilingi dengan jogging track, serta membenahi sarana lingkungannya (500 meter di hilir dan 500 meter di hulu) dari situ tersebut.

Setelah berdiskusi, diputuskan untuk mengadakan pertemuan lanjutan sekitar Agustus 2011, untuk memberi paparan mengenai desain awal penataan lingkungan situ oleh Dirjen SDA DPU Satuan Kerja BBWS beserta konsultannya atas masukan-masukan yang telah mereka terima hari ini.

Desember 2011

Keretakan Tanggul Situ Baru Resahkan Warga

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/ 14 Desember 2011 

DEPOK, (PRLM).- Tanggul Situ Baru di Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok retak akibat hujan besar yang mengguyur Kota Depok, Selasa sore (13/12). Retaknya tanggul tersebut sempat membuat warga yang tinggal di sekitar situ khawatir terkena limpahan air dari situ tersebut.

  TIA KOMALASARI/”PRLM”
PETUGAS Pokja Situ Baru menunjukkan bagian tanggul yang retak di Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Rabu (14/12).*

Menurut salah satu warga, Siti (60) mengatakan situ tersebut retak saat ada hujan besar yang mengguyur Kota Depok, pukul 14.30 WIB, Selasa (13/12). “Tiba-tiba saja ada suara seperti petir, anak emak (Siti) kemudian lari ke luar dan memeriksa asal suaranya,” kata Siti kepada wartawan, Rabu (14/12).

Setelah diperiksa, ternyata tanggul situ baru amblas dan retak. Air situ pun sempat mengalir ke luar. Meskipun demikian, air tidak sampai meluap terlalu luas karena lokasi jalan jauh lebih tinggi dari tanggul.

Sementara itu, warga lainnya Sumadi (51) mengatakan, warga sempat khawatir akibat adanya tanggul yang retak tersebut. Hal itu karena terdapat rumah warga yang berada di bawah tanggul Situ Baru. “Kami khawatir jika jebol dan semakin besar makan kejadiannya akan seperti situ gintung,” ujar dia.
Sumadi berharap, pemerintah bisa langsung meperbaiki tanggul situ yang retak tersebut. Apalagi tanggul tersebut sebenarnya baru saja dibangun.

Sementara itu Pejabat Pembuat Komitmen Prasarana Kosenrvasi Sumber Daya Alam, Dina Noviatrana, mengatakan tanggul sepanjang 50 meter tersebut sebenarnya sedang dalam tahap pembangunan. Rencananya pembangunan tanggul tersebut selesai Desember 2011. Namun akibat kejadian ini, kemungkinan besar perbaikan tanggul akan selesai pada tahun 2012. (A-185/A-88)***

Diguyur Hujan Terus Menerus  

Kondisi Tanah Labil, Tanggul Situ Baru Depok Retak

Sumber: http://www.radaronline.co.id/  15 Desember 2011

Depok, Radar Online

Tanggul Situ Baru di Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat retak akibat hujan deras yang mengguyur Kota Depok dua minggu terakhir ini. Retaknya tanggul tersebut sempat membuat warga yang tinggal di sekitar situ khawatir. Padahal, tanggul tersebut belum lama diperbaiki.

Siti (60) salah seorang warga mengatakan, situ tersebut retak saat ada hujan besar yang mengguyur Kota Depok, pukul 14.30 WIB, Selasa (13/12/2011).

“ Tiba-tiba saja ada suara seperti petir, anak emak (Siti) kemudian lari ke luar dan memeriksa asal suaranya,” ujar Siti, kepada wartawan Kamis (15/12/2011).

Setelah diperiksa, ternyata tanggul situ baru amblas dan retak. Air situ pun sempat mengalir ke luar. Meskipun demikian, air tidak sampai meluap terlalu luas karena lokasi jalan jauh lebih tinggi dari tanggul.

Sementara itu, warga lainnya Sumadi (51) mengatakan, warga sempat khawatir akibat adanya tanggul yang retak tersebut. Hal itu karena terdapat rumah warga yang berada di bawah tanggul Situ Baru. “Kami khawatir jika jebol dan semakin besar makan kejadiannya akan seperti situ gintung,” ujar dia.

Sumadi berharap, pemerintah bisa langsung meperbaiki tanggul situ yang retak tersebut. Apalagi tanggul tersebut sebenarnya baru saja dibangun.

Sementara itu Pejabat Pembuat Komitmen Prasarana Kosenrvasi Sumber Daya Alam, Dina Noviatrana mengatakan, tanggul sepanjang 50 meter tersebut sebenarnya sedang dalam tahap pembangunan. Rencananya pembangunan tanggul tersebut selesai Desember 2011. Namun akibat kejadian ini, kemungkinan besar perbaikan tanggul akan selesai pada tahun 2012.

Menurut Dina, kejadian tanggul yang jebol tersebut disebabkan karena kondisi tanah yang sejak awal labil. Sebenarnya,kondisi tersebut sudah diantisipasi dengan memberikan hamparan batu. Namun karena hujan deras, bagian tanah bawah semakin labil sehingga konstruksi tetap tidak kuat.

Dina mengatakan, kondisi tanggul tersebut harus diperbaiki mengingat ada jarak ketinggian antara situ dan rumah penduduk yang berada 15 meter di bawahnya. Meskipun demikian, Dina menjamin tanggul yang jebol tersebut tidak berdampak seperti Situ Gintung.

“ Tidak ini masih jauh, selain pintu air juga selalau dibuka karena sedang ada pembangunan,” ujarnya.(Maulana Said/A.Azis)

Tanggul Situ Retak, Warga Cemas

Sumber:http://www.jurnas.com/  17 Desember 2011

Depok Jurnal Nasional

TANGGUL Situ Baru di Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat, retak akibat hujan deras. Tak ayal, warga yang tinggal di sekitar situ cemas. Aneh, memang. Padahal, tanggul itu belum lama diperbaiki.

Mak Siti (60), salah seorang warga, mengatakan, situ tersebut retak saat hujan lebar mengguyur Kota Depok pukul 14.30 WIB, Selasa (13/12). “Tiba-tiba ada bunyi seperti petir. Anak Emak lari ke luar, memeriksa asal suara,” ujar Mak Siti, Jumat (15/12).

Setelah diperiksa, ternyata tanggul situ retak. Air situ meluap. Untunglah, air tidak sampai meluap terlalu luas karena lokasi jalan jauh lebih tinggi ketimbang tanggul.

Warga lain, Sumadi (51), mengatakan, warga sempat khawatir akibat tanggul retak itu. Sebab, ada rumah warga di bawah tanggul situ. “Kami khawatir, jika jebol, kejadiannya akan seperti Situ Gintung,” ujarnya, cemas. Ia berharap pemerintah langsung memperbaiki tanggul situ yang retak itu. Apalagi tanggul tersebut baru dibangun.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen Prasarana Konservasi Sumber Daya Alam, Dina Noviatrana, mengatakan, tanggul sepanjang 50 meter tersebut sebenarnya sedang dalam tahap dibangun. Rencana, pembangunan tanggul selesai Desember 2011. Namun akibat kejadian ini, kemungkinan besar perbaikan tanggul baru selesai tahun 2012.

Menurut Dina, tanggul itu jebol karena kondisi tanah sejak awal labil. Sebenarnya, kondisi tersebut sudah diantisipasi dengan meletakkan hamparan batu. Namun karena hujan deras, bagian tanah bawah makin labil, sehingga konstruksi tidak kuat.

Tentu, kata Dina, kondisi tanggul tersebut harus diperbaiki. Sebab, ada jarak ketinggian antara situ dan rumah penduduk 15 meter di bawahnya. Meski begitu, ia menjamin tanggul yang retak itu tidak akan berdampak seperti kasus Situ Gintung. “Tidak. Ini masih jauh. Apalagi pintu air selalu dibuka karena sedang ada pembangunan,” katanya.

Kepala Dinas Bina Marga Sumber Daya Air (Bimasda) Yayan Hariyanto menjelaskan, yang mengerjakan tanggul tersebut bukan pihak Pemerintah Kota Depok, melainkan DKI Jakarta. “Tanyakan saja langsung ke Balai Besar Ciliwung-Cisadane,” katanya. n Iskandar Hadji

Januari 2012

Bongkar bangunan di Situ Baru

Sumber: http://www.monitordepok.co.id/ 03 Januari 2012 

SUKMAJAYA, MONDE: Warga mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Depok segera mengambil tindakan tegas dan membongkar terhadap pemilik empat bangunan di bagian selatan situ tersebut.

Pasalnya, lahan bangunan tersebut yang diperkirakan seluas 4.000 m2, itu merupakan bagian dari situ tersebut yang luasnya mencapai 7,3 hektare.

“Desakan itu disampaikan kepada saya, agar Pemkot Depok segera bertindak terhadap pemilik bangunan di atas lahan situ. Warga menginginkan luas Situ Baru utuh 7,3 hektare. Selain itu, bangunan itu tidak mengantongi izin, karena tidak juga memiliki surat-surat tanah yang legal,” ujar Ismail, Ketua RW 01 Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya, kemarin.

Menurutnya, warga mengancam akan berttindak sendiri jika Pemkot Depok tidak segera melakukan penindakkan terhadap bangunan tersebut, yang kabarnya dimiliki Firman dan Rahman. Aparatur kelurahan dan Pokja Situ Baru juga sudah melayangkan surat teguran kepada pemiliknya, masing-masing sebanyak dua kali.

“Dengan adanya bangunan tersebut, kegiatan normalisasi Situ Baru berupa penurapan yang dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum menjadi tersendat. Lahan tersebut tidak bisa dikeruk untuk dijadikan arel situ, karena adanya bangunan dan kolam ikan tersebut,” ujar Ismail yang diamini Herman, warga sekitar situ.(ash)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: