Berita Situ Buperta

Oktober 2006

Sekitar Danau Tak Akan Dikomersialkan

50 Meter dari Situ Buperta Tidak Boleh Ada Bangunan Komersial

Kompas, 3 Oktober 2006

Sumber: http://www.scout.or.id/

DEPOK, Kompas –
Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail menegaskan, 50 meter dari garis sempadan situ, termasuk situ di kawasan Bumi Perkemahan dan Graha Wisata atau Buperta Cibubur, harus steril dari bangunan. Ini berarti, tidak boleh ada bangunan apa pun dalam jarak 50 meter dari bibir danau tersebut.

Wali Kota Nur Mahmudi Ismail, Senin (2/10) siang, menyatakan, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Depok Nomor 18 Tahun 2003 tentang Garis Sempadan Situ, pada Bab 8 Pasal 17 disebutkan, garis sempadan situ adalah 50 meter dari titik pasang tertinggi ke darat.

Peraturan tentang hal serupa ditegaskan juga dalam Perda Jawa Barat No 20 Tahun 1995 tentang Garis Sempadan Sungai dan Sumber Air pada Pasal 11 Ayat 1. Penegasan yang sama juga tertera dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 63/PRT/1993 tentang Garis Sempadan Pasal 10 a, yang menyebutkan, garis sempadan situ sekurang-kurangnya 50 meter dari titik pasang tertinggi ke arah darat.

Berkaitan dengan itu, Pelaksana Harian Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Endi Atmasulistya, secara terpisah mengatakan, restoran dan SPBU yang selama ini dibangun persis di tepi danau di Buperta mau tak mau harus dibongkar.

“Pengelola serta pemilik resto dan SPBU itu harus merelakannya. Mereka harus mengerti karena hal itu melanggar peraturan yang ada,” kata Endi.

Tidak dikomersialkan

Endi menegaskan pula, danau seluas 8 hektar di kawasan Buperta tidak akan dikomersialkan dan tetap dikelola Buperta untuk kegiatan pramuka. “Jadi, tidak mungkin diserahkan pengelolaannya ke swasta,” ujar Endi, yang mengendalikan Kwarnas karena ketuanya, Azrul Azwar, sedang umrah.

Menurut Endi, salah satu kegiatan pramuka adalah satuan kerja latihan pramuka bahari. “Situ dibutuhkan untuk kegiatan kepramukaan di bidang bahari,” katanya. Dia menegaskan pula, jarak tepi danau yang akan digunakan Kwarnas adalah 30-40 meter. “Kami akan membangun taman-taman yang indah di tepi danau itu,” katanya.

Direktur Utama PT Prima Tangkas Olahdaya Robby Sugita, investor yang akan menata kawasan Buperta, mengatakan, jika memang peraturannya menyebutkan garis sempadan situ 50 meter, toko ataupun tempat usaha yang akan dibangun akan mengikuti peraturan yang ada.

Endi menambahkan, Kwarnas menginginkan bumi perkemahan menjadi tempat yang aman dan nyaman. Semua kebutuhan akan dapat dibeli di kawasan Buperta. Untuk itu, Endi menegaskan kembali, semua toko dan restoran yang dibangun di kawasan Buperta akan menjadi tempat latihan magang anggota pramuka di bidang kewirausahaan.

Dia menjelaskan, investor dan Kwarnas sepakat membangun tempat usaha di atas lahan 7 hektar dari 33 hektar yang dikerjasamakan. Sisanya dimanfaatkan untuk kegiatan outbound, lapangan upacara, dan lahan parkir yang terpusat di satu lokasi.

Endi berharap kepala daerah, Wali Kota Depok dan Gubernur DKI sebagai pembina pramuka di wilayahnya, membantu Kwarnas mengembangkan diri dan merevitalisasi diri. “Kwarnas butuh dana operasional untuk kegiatan pramuka dan membayar gaji karyawan,” katanya. (KSP)

 November 2011

Melepas Kejenuhan di Situ Buperta

Media Indonesia, 04 November 2011 
Sumber: http://bataviase.co.id/ 

BUMI Perkemahan dan Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur  sudah terkenal sejak puluhan tahun buat ajang perkemahan dan wisata para pelajar. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan di Buperta biasanya dilakukan para pelajar buat kegiatan perkemahan dan pramuka.

Sebenarnya, Buperta ini juga dipakai buat rekreasi keluarga. Buperta yang terletak di ujungj Tol Jagowari Cibubur, Ciracas, Kota Administrasi Jakarta Ti-

I mur itu juga banyak diminati keluarga buat berekreasi.

Selain memiliki pemandangan indah dan udara sejuk, Buperta memiliki sebuah situ. Di atas situ yang memiliki luas dua hektare itu berdiri restoran lengkap dengan menu siap saji.

Restorannya bernama Gubug Udang Situ Cibubur yang merupakan turunan dari Mang-king Restoran, yang terletak di situ buatan Universitas Indonesia (UD Kota Depok itu. Lokasinya merupakan pilihan tepat bu.it berekreasi.

Cubuk Udang Situ Cibubur yang lokasinya di atas situ itu

I memiliki 19 saung. Terdiri dari tiga jenis ukuran besar yakni 7 meter x 7 meter dengan kapasitas 25 orang, ukuran sedang 6 meter x 3 meter dengan kapasitas 13 orang, dan ukuran 3 meter \ 3 meter berkapasitas

6 orang.

Restoran ini menawarkan tujuh jenis ikan (udang super, udang standar, ikan gurame.ikan kerapu, cumi-cumi, kepiting, kepiting lemuri).

Udang dan ikan bisa dibakar, digoreng, atau direbus sesuai keinginan pengunjung.

Menu lainnya, sayuran, nasi putih, minuman ringan, minuman panas, minuman alami, dan makanan penutup yakni buah segar dan es krim de-ngaif harga terjangkau. Saung Udang, meski berdiri enambulan lalu tepatnya 12 Mei 2011, telah banyak dikunjungi masyarakat, baik dari instansi pemerintah maupun swasta di Jakarta dan Bogor..

Menurut Supervisor Gubug Udang Situ Cububur, Imam Wahyudi, rata-rata 100 orang tiap hari datang ke restoran itu buat menikmati makanan dan pemandangan alam. Terkecuali hari Sabtu dan Minggu, pe-ngunjung mencapai 800-1.000 orang.

Meski tidak dilengkapi musik, restoran itu tetap ramai pengunjung. Sejak dibuka pukul 10.00 sampai pukul 22.00 WIB, pengunjung tetap ramai menikmati makanan dan bersantai bersama handai tolan.

Biasanya, para pengunjung selalu melihat-lihat ikan di kolam sambil makan dan minum. Kadang pengunjung memberi rob atau nasi kepada ikan-ikan di kolam. Dari pengakuan pengunjung, mereka berekreasi ke Gubug Udang Situ Cibubur tak hanya untuk bersantap saja, tetapi juga melepas lelah karena jenuh melihat kemacetan jalanan Ibu Kota. “Selain itu. udara segar di sekitar restoran membuat kita nyaman,” kata lmam.(KG/J-3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: