Artikel Situ Cilodong

Mengenal Lingkungan Azalea

Situ Cilodong, Menjaga persediaan Air

Sumber:   http://www.suriani.co.cc/ 22 June 2009

Situ Cilodong; di seberang kejauhan perumahan Kalibaru Permai

Bagi kita warga Azalea, barangkali saat ini sedang mencoba mengenal lingkungan tempat tinggalnya. Bisa jadi kita sedang bertanya-tanya ada apa saja sih di seputar Azalea? Ya ada sarana bermain water park, ada ruko, ada pasar tradisional, ada pusat perkantoran. Nah, bagi Anda yang belum tahu, ada sebuah situ (semacam danau) di daerah Cilodong. Kurang lebih 5 kilometer di sebelah timur kompleks Sektor Azalea. Depok memang memiliki banya situ. Bahkan, di enam wilayah kecamatan terdapat 26 unit situ. Situ-situ tersebut selama ini menjadi daerah resapan air.

Situ tersebut teletak di pinggir jalan Abdul Gani. Situ ini cukup luas dan dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk memuaskan hobinya memancing, banyak juga pengunjung yang datang sekedar untuk melihat-lihat keindahan danau yang sekarang tampak bersih karena sementara ini sudah tidak ada lagi tanaman enceng dan teratai yang sebelumnya pernah memenuhi hampir separuh luas danau.

Di sekeliling Situ sudah di buat jalan cor yang cukup untuk satu buah mobil, sayangnya belum semuanya di cor dengan sempurna sebagian masih berupa conblok yang sudah lepas disana sini tetapi ini Cuma sekitar 25 persennya saja, selain itu sudah bagus. Jadi bagi Anda yang suka olahraga lari pagi atau sore bisa memanfaatkan jalan ini.

Pintu gerbang Situ

Untuk yang hobi memancing di sekitar danau terdapat banyak warung-warung yang menyediakan perlengkapan memancing, jadi kalau anda tertarik memancing silahkan datang tanpa repot membawa alat pancing atau umpan pancing segala.

Situ Cilodong juga dipakai para atlit kayak dan kano Kota Depok untuk berlatih pada hari Sabtu atau Minggu. Kayak yang digunakan ada yang untuk 1 orang, 2 orang dan 4 orang. Sekedar untuk pengetahuan, perbedaan dari keduanya adalah jika didayung disebut kayak, sedangkan jika yang mendayung sambil berdiri disebut Kano.

Pada hari Ahad, 17 Agustus 2008 Warga Depok pernah merayakan hari kemerdekaan 17 Agustus dengan menggelar acara ngubek situ. Ribuan warga menceburkan diri ke Situ Cilodong, Kecamatan Sukmajaya, untuk beramai-ramai menangkap ikan dengan berbagai cara.

Pesta rakyat khas Depok ini tak hanya diikuti warga kota tersebut, tetapi juga warga dari berbagai daerah lain di sekitarnya, termasuk Bogor dan Jakarta. Ketua panitia acara ngubek situ, Mulyono, mengungkapkan, untuk acara ngubek situ kala itu ia menebar sedikitnya 9,5 kuintal ikan berbagai jenis di Situ Cilodong, termasuk bawal, lele, emas, dan mujair. Sebelum terjun ke dalam situ, setiap peserta harus membeli kupon yang harganya bervariasi, antara Rp 10.000 dan Rp 100.000, sesuai alat yang dipakai.

Sebuah papan peringatan dari Pemkot Depok

Situ Cilodong dalam sejarahnya ternyata juga pernah mengalami kerusakan. Namun sudah pernah diperbaiki. Disebutkan tahun 2004, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Depok pernah menyebutkan 26 situ yang ada di Kota Depok tercemar limbah berbahaya. Salah satunya adalah Situ Cilodong. Akibatnya, kualitas air situ tersebut menjadi buruk dan tidak layak untuk tempat budidaya ikan. Dari 26 situ yang tercemar di Depok, Situ yang dinilai terparah adalah Situ Rawa Kalong di Kelurahan Curug, Situ Tipar di Kelurahan Mekar Sari, Situ Cilangkap di Kelurahan Cilangkap, Situ Gadog di Kelurahan Cisalak Pasar, Situ Jatijajar di Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Cimanggis, Situ Pengarengan di Kelurahan Bhakti Jaya, Situ Cilodong di Kelurahan Cilodong, Kecamatan Sukma Jaya, dan Situ Rawa Besar di Kelurahan Depok, Pancoran Mas. Kepala BLH Kota Depok Rahmat Subagio, mengatakan data tersebut didapat berdasarkan laporan dari Kelompok kerja (Pokja) Situ di setiap kelurahan kala itu. Selain tercemar limbah rumah tangga, beberapa situ juga tercemar limbah industri.

Kerusakan ini sebenarnya buah dari lantaran tidak dirawat. Sehingga luasnya berkurang dan terus menyempit akibat terdesak pertumbuhan permukiman liar. Kabarnya Pemerintah Kota (Pemkot) Depok tak punya dana untuk menyelamatkan semua situ. Itu sebabnya, Pemkot Depok ‘nekat’ meminta bantuan dana ke Pemerintah Pronvisi (Pemprov) DKI Jakarta pada tahun 2004.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (Bimasda) Kota Depok Herman Hidayat mengakui Pemkot Depok meminta bantuan dana ke DKI Jakarta. Selain itu, katanya, Pemkot Depok juga sudah berkoordinasi dengan Pemprov DKI untuk menyelamatkan situ-situ. “Pemprov DKI Jakarta sudah memberi dana Rp 1 miliar untuk menyelamatkan Situ Tipar di Kecamatan Cimanggis. DKI mau membantu karena situ itu berada di perbatasan Depok dan Jakarta,” ujarnya.

Disebutkan, tahun 2004 situ seluas 5 ha itu sudah dikeruk karena sangat dangkal akibat sedimentasi. Kelak juga dilakukan penurapan guna mengembalikan fungsi situ sebagai tangkapan air. “Selain Situ Bahar, Situ Citayam, Situ Cilodong, dan Situ Sidamukti juga telah dinormalisasi menggunakan dana Rp 850 juta dari APBD Kota Depok,” katanya.

Camat Sukma Jaya Musit Hakim, juga pernah mengakui bahwa dua situ di wilayahnya tidak terawat, yakni Situ Pengarengan dan Situ Cilodong. Seperti Situ Pengarengan, paparnya, tercemar limbah rumah tangga. Selain itu, dinding tanggul situ sudah keropos, sehingga sewaktu-waktu bisa jebol. “Saya sudah melaporkan kondisi Situ Pengarengan dan Situ Cilodong ke Wali Kota agar mendapat perhatian,” tuturnya.

dua anak sedang mancing di salah satu pintu air pembuangan

Tahun 2004 pemerintah pusat pernah menganggarkan dana Rp 100 miliar untuk melakukan perbaikan sarana air di Jakarta dan sekitarnya. Proyek perbaikan dan pengembangan sarana air di tahun 2004 itu akan dikelola oleh Proyek Induk Pengembangan Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (PIPWSC).

Dengan anggaran itu, PIPSWC yang berada di bawah Direktorat Sumber Daya Air Wilayah Tengah Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah (Depkimpraswil), tahun itu mengerjakan beberapa proyek pembangunan sarana pengendalian banjir, pengamanan pantai, pembangunan proyek Banjir Kanal Timur, dan pengelolaan sumber daya air di Jakarta.

Untuk diketahui, program kerja PIPSWC meliputi pengendalian banjir dan pengamanan pantai, proyek yang akan dikerjakan adalah pembangunan prasarana pengendalian banjir. Yaitu, proyek normalisasi dan pengamanan sungai, waduk dan pompa, atau pintu air. Anggaran yang dialokasikan untuk proyek ini adalah sebesar Rp 15,5 miliar. Proyek normalisasi ini termasuk pengerukan dan perbaikan yang akan dilakukan di Cengkareng

Drain (1 kilometer), Kali Mookervart (1 kilometer), perbaikan tebing kali Ciliwung di Katulampa (0,8 kilometer), pengerukan dan penguatan tebing Banjir Kanal Barat, perlindungan dan penguatan tebing Kali Bekasi (2 kilometer), perbaikan dan pemeliharaan pompa Ancol, dan perbaikan Kali Tanjungan.

Untuk program pengembangan dan pengelolaan sumber air akan menitikberatkan pada pembangunan jaringan drainase Kebun Raya Bogor dan rehabilitasi waduk/bendung-bendung embung. Sepuluh lokasi yang akan direhabilitasi atau dikeruk adalah Situ Ciriung, Situ Pengasinan, Situ Rawa Sudat, Situ Kelapa Dua (tahap II), Situ Kemang, Situ Rawa Jejer, Situ Gunung Puteri, Situ Citayam dan Cibeureum, Situ Rawakalong dan Cikaret, dan Situ Moyang.

Di samping itu, pemeliharaan situ akan dilakukan di 14 lokasi, yaitu Situ Gede, Situ Babakan, Situ Kebantenan, Situ Cangkring, Situ Cibubur, Situ Cicadas, Situ Pondok Cina, Situ Pedongkelan, Situ Cilodong, Situ Cicuruy, Situ Pladen, Situ Iwul, Situ Cikeas, dan Situ Burung. Total biaya yang dianggarkan untuk pengembangan dan pengelolaan sumber air ini adalah sebesar Rp 8,37 miliar.

Jadi Situ Cilodong ini sebagai bagian dari situ-situ yang dimiliki Depok telah mendapat program perawatan dari pemerintah.

Sebagai warga Azalea, bila Anda ingin melihat lebih dekat dan mengenal apa saja yang ada di seputar Azalea Anda bisa berkunjung ke sana. Bila naik kendaraan sendiri Anda bisa melalui rute jalan boulevard GDC ke arah selatan (Pasar Pucung, sektor Melati), kemudian belok kiri di perempatan depan pintu gerbang Sektor Melati. Kemudian di perempatan jalan Abdul Gani belok kanan. Kalau mau naik angkutan umum, Anda bisa naik angkot lingkungan milik pengembang GDC, lalu turun di depan pintu gerbang sektor Melati. Kemudian naik angkot D09, turun di perempatan Jalan Abdul Gani. Kemudian jalan kaki. [diolah dari berbagai sumber]

Pesta Rakyat Ngubek Setu

By ahouseoffirman

Sumber: http://ahouseoffirman.wordpress.com/2008/08/19/

Dibandingkan acara 17 Agustus-an lainnya, Pesta Rakyat Ngubek Setu di Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, terasa unik. Anda bisa membayangkan, ribuan orang bergabung memenuhi hamparan Setu Cilodong yang luasnya hampir 7 hektar untuk saling berebut mendapatkan ikan. Tidak kurang sekitar 8 ratusan kilogram ikan dari jenis ikan mas, bawal dan lele sengaja disebarkan untuk memeriahkan perayaan kemerdekaan RI ke 63 ini.

Tradisi yang sudah berjalan resmi enam kali ini, menarik minat banyak warga. Tidak hanya warga di kelurahan Kalibaru saja, peserta yang lainnya banyak yang datang dari Jakarta, dan Bogor, bahkan Tangerang. Keunikan acara ini sudah tersebar di segala penjuru, sehingga sejak jauh-jauh hari, penyelenggaraan acara ini sudah banyak mengundang pertanyaan. Bagaimana tidak, meski dibagi empat kategori yakni diantaranya memakai jala, tanggok, dan seser, peserta juga dihadiahi puluhan hadiah doorprize dari sponsor. Namun untuk ikut acara ini, peserta diminta membeli kupon yang harganya berkisar 7.500 rupiah hingga 100 ribu rupiah. Diantara ikan yang disebar, terdapat beberapa ekor ikan yang sengaja diberi tanda sebagai alat tukar untuk mendapatkan hadiah uang sebesar 500 ribu rupiah.

Setiap tahun, pesta rakyat ini memang diselenggarakan khusus untuk menyambut 17 agustus-an. Setu Cilodong dijadikan tempat acara, karena menurut warga setempat, Setu ini dianggap cocok untuk acara Ngubek Setu. Bukan hanya dari sisi luas wilayah yang dinilai mencukupi, soal kedalaman air pun Setu ini memang pantas dijadikan lokasi kegiatan. Karakteristik Setu ini yang cenderung berubah menjadi Setu tadah hujan membuat tingkat kedalaman setu bila kering hanya selutut orang dewasa. Bila musim hujan, kedalaman berubah menjadi setara dengan ketinggian kepala orang dewasa.

Kurangnya pasokan air, membuat kedalaman setu ini lama kelamaan menjadi dangkal. Karena itu, warga Kalibaru berinisiatif memanfaatkan keberadaan setu ini untuk kegiatan seperti PEsta rakyat Ngubek Setu ini.Event ini juga dimaksudkan untuk mencuri perhatian pemerintah kota Depok untuk mengucurkan dana bagi pelestarian Setu ini. Sangat disayangkan, apabila setu ini semakin rusak dan dangkal, sehingga tidak ada lagi daerah resapan air untuk warga sekitar.

Karena itu, warga sangat mengharapkan bantuan pemkot Depok segera terealisasi. Pengerukan terhadap setu pun dapat cepat dilakukan untuk mendapatkan mata air kembali. Warga menilai, apabila setu ini dikembalikan fungsinya, maka pemanfaatannya akan lebih banyak. Tidak hanya untuk kegiatan memancing, setu Cilodong juga dapat dimanfaatkan untuk lokasi wisata. Kegiatan ini akan menimbulkan efek yang luar biasa bagi warga setempat, yakni tumbuhnya perekonomian.

Kegiatan Pesta Rakyat Ngubek Setu memang banyak mengundang minat. Tidak hanya pemkot yang diwakili Wakil Walikota Depok, tapi juga para politisi setempat juga hadir dalam acara tersebut. Setidaknya, kehadiran para undangan ini bukan hanya sekadar menikmati proses keramaian, tapi juga dapat membaca kebutuhan warga yang sesungguhnya atas pemanfaatan setu Cilodong.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: