Berita Situ Gadog

Agustus 2008

Rehabilitasi setu Gadog disoal, Setu telan biaya Rp5 miliar

Monitor Depok, 9 Agustus 2008

CISALAK PASAR, MONDE: Biaya perbaikan atau pengerukan setu Gadog yang berada di kelurahan Cisalak Pasar, Cimanggis mencapai Rp 5 miliar yang diambil dari anggaran APBN pusat atau Departemen Pekerjaan Umum (DPU) dipertanyakan ketua LPM Cisalak Pasar Sofyan.

Sofyan mengatakan saat ini kondisi setu Gadog yang memiliki luas sekitar 1,9 hektar, daya tampungnya menyusut menjadi sekitar 1,7 hektar akibat tidak terawatnya setu Gadog.

Dia menambahkan beberapa waktu lalu pernah dilakukan sosialisasi dari DPU pada Juli 2007, tapi hingga kini informasi pengerukan setu Gadog hanya isapan jempol atau belum ada kabar yang pasti.

Kondisi setu Gadog kini memprihatinkan, air setu juga diduga sudah tercemar limbah dari rumah pemotongan hewan, limbah rumah tangga, tanpa kecuali sampah dan eceng gondok selalu menghiasi pemandangan setu Gadog.

Menurut Sofyan, luas setu Gadog hari demi hari terus mengalami penyusutan yang luar biasa, kawasan setu juga dipenuhi oleh sampah plastik dan tanaman eceng gondok.

Keberadaan eceng gondok yang ada tumbuh subur di tengah setu, ungkapnya, sangat menganggu pemandangan dan keindahan setu Gadog. Terutama bila dilihat dari jalan raya radar AURI.

“Pemkot harus mengembalikan fungsi setu, salah satunya sebagai kawasan resapan air,” ucapnya.

LPM mempertanyakan keberadaan salah satu restoran dibolehkan berdiri di tepi setu Gadog, sehingga pintu masuk setu Gadog tertutup.

Hal senanda dikatakan Lurah setempat, Jordan. Menurutnya kondisi setu Gadog menyusut akibat tidak terawatnya kondisi setu Gadog.

Dia berharap setu Gadog dapat diperbaiki dengan secepatnya sehingga dapat digunakan oleh warga sekitar untuk ajang pariwisata lokal.

Dari pantauan Monde di lapangan, air setu berwarna keruh dan hijau dan dijubeli tanaman enceng gondok yang menutupi air setu.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Depok Herman Hidayat menjelaskan program perawatan setu dengan mengalokasikan anggaran yang besar biasanya dilakukan oleh Departemen Pekerjaan Umum (PU).

Untuk sejumlah setu di Kota Depok, Hidayat menyebutkan termasuk dalam IPAL Balai Besar SDA Ciliwung Cisadane, pemerintah kota hanya diberitahukan saja.

Dinas PU, lanjut Herman, akan segera melakukan inventarisasi terhadap sejumlah masalah setu di Kota Depok.

“Dengan banyaknya penjarahan setu oleh warga lewat cara pembuangan sampah sehingga mendangkalkan dan kemudian mulai dijadikan pemukiman. Kami berharap ada kerjasama dengan pemerintah setempat hingga tingkatan RT untuk melakukan kontrol,” ujarnya kemarin.

Tak hanya itu, dia juga berjanji akan melakukan sejumlah penertiban terhadap bangunan yang melanggar garis sepadan setu dan garis sepadan sungai guna menormalisasi saluran air dan perairan dia Kota Depok.(m-10/ina)

April 2010

Limbah Kimia Cemari Dua Situ Depok

Sumber: http://kesehatan.liputan6.com/ 27 April 2010

Liputan6.com, Depok: Berdasarkan hasil uji laboratorium, kandungan Biologycal Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) di dua situ di Depok, Jawa Barat, melampaui ambang batas. Menurut Kepala Badan Lingkungan Hidup Depok Rahmat Subagyo di Depok, Selasa (27/4), Situ Gadog dan Situ Pladen yang ada di Kota Depok, tercemar bahan-bahan kimia berbahaya.

Berdasarkan hasil laboratorium tadi, nilai BOD standar adalah 6 mg/liter sedangkan COD standar adalah 50 mg/liter. BOD di Situ Gadog mencapai 40,24 miligram/liter dan kadar COD mencapai 149,22. Sementara Situ Pladen, kadar BOD mencapai 87,58 mg/l dan kadar COD mencapai 110,16 mg/l.

Akibatnya sudah pasti, air di kedua situ tersebut tidak bisa lagi dimanfaatkan untuk mandi maupun mencuci pakaian. Air yang sudah tercemar dalam dua situ itu juga tak layak dikonsumsi karena bisa menjadi penyakit. “Kalau dikonsumsi kulit bisa gatal-gatal. Bahkan jika dikonsumsi terus menerus, bisa menyebabkan kelainan pada keturunan,” ujar Rahmat.

Kadar BOD dan COD adalah kajian parameter suatu kualitas air. Kadar BOD dan COD yang tinggi pada kedua situ membuktikan tingginya pencemaran yang terjadi.

Menurut Rahmat, BOD menjadi tinggi karena banyaknya limbah berupa feses atau kotoran manusia. Sedangkan COD adalah kondisi oksigen yang terhambat karena zat kimia. COD menjadi tinggi karena banyaknya limbah kimia, seperti larutan sabun dan detergen.(ANT/EPN)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: