Berita Situ Pancoran Mas

Setu Pancoranmas Ambrol Walikota Depok Akan Tindak Pemborong/Pengawas PU

Sumber: http://www.pelita.or.id/

Depok, Pelita

Walikota Depok H Badrul Kamal akan menindak tegas pengawas dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan kontraktor yang mengerjakan proyek turapan setu Pancoranmas, disebabkan amrolnya setu itu pada saat hujan tiba, Kamis (12/2).

Walikota menilai ambrolnya turapan setu Pancoranmas itu disebabkan karena pemborong serta pengawas yang tidak profesional dalam mengerjakan dan mengawasi proyek penurapan setu. Akibatnya, kontruksi turap pun rentan temboknya rapuh kalau ada air menghantam sisi turap yang mengalami kerusakan.

“Baik pimpro maupun pengawas ternyata tak mengawasi dengan maksimal pada tahapan pekerjaan yang kritis,” ungkap Badrul Kamal usai melakukan sidak proyek Gedung Sekda, Senin (17/2).

Sehingga, katanya, seharusnya pimpinan proyek dan pemborong (kontraktor-red) memperhatikan pembangunan kontruksi dasar dari turapan itu, jika hal itu dilakukan dengan cermat turapan setu pun tidak akan ambrol. Jebolnya turapan setu Pancoranmas ini ditengarai karena kontruksi dasar turapan setu tak mampu menyangga bagian atasnya.

“Kemungkinan pihak pemborong membuat kontruksi dasar tak sesuai dengan apa ynag seharusnya dikerjakan dan langsung saja di timbun tanah. Sekilas memang akhirnya tak kelihatan. Tetapi lama kelamaan tekanan dari atas tak mampu disangganya. Hasilnya turap pun ambrol,” ungkap Walikota dengan nada kesal.

Dikaji Bawasda

Berkaitan dengan sanksi yang akan diberikan terhadap aparatnya itu, Walikota menyatakan akan mengkajinya dulu. Menurut dia, Badan Pengawas Daerah (Bawasda) Kota Depok akan turun ke lapangan untuk mengkaji siapa-siapa yang bersalah dalam kasus setu ini. Sedangkan untuk kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut secara tegas Walikota akan memblack list kontraktor itu untuk tidak diikut sertakan dalam proyek-proyek milik Pemerintan Kota Depok.

“Jelas kami akan tindak tegas keduanya. Untuk kontraktor saya perintahkan untuk dicoret saja (diblack list-red) dari setiap proyek yang dikerjakan pemkot,” tegas Badrul Kamal kepada Pelita kemarin.

Dikatkannya, turapan setu ini pun akan segera di perbaiki dalam waktu secepatnya. Hanya saja, kata Walikota tak mau menjelaskan berapa besar alokasi dana yang akan dikucurkan dan asal dana untuk perbaikan turapan setu yang ambrol sepanjang kurang lebih 75 meter ini.

“Kalau untuk perbaikan nanti saya yang akan mencarikan. Yang jelas perbaikan setu itu tetap diprioritaskan,” sebutnya.

Agar tak terjadi dua kali menderita kerugian, kata Badrul, pihaknya akan mencari kontraktor yang benar-benar bertanggungjwab, kompeten, dan punya idealisme untuk memperbaiki turapan itu. Diperkirakan pengerjaan perbaikan turap setu itu akan dilakukan dengan sistem penunjukan langsung, mengingat kasus ambrolnya setu itu dianggap sebagai sangat memalukan. “Keadaan darurat begitu tiba-tiba ambrol, kan memalukan,” katanya.

Proyek Rp1,2 Miliar

Diperoleh keterangan, persoalan proyek turapan setu sempat mencuat setelah Dinas PU menyetop proyek setu Pancoran Mas karena kontraktor proyek CV. Adikarya yang mengerjakannya dinilai tidak profesional. Kontraktor itu dengan alasan konflik internal tidak sanggup lagi mengerjakan proyek senilai Rp 1,2 miliar dan kabur meninggalkan pekerjaan yang dikerjakannya.

Tak hanya itu saja, beberapa pekerja sempat mendatangi gedung DPRD dan mengadu ke anggota dewan sebab mereka belum dibayar upahnya oleh CV. AdiKarya. Alhasil, sisa pekerjaan sekira 20 persen lagi akhirnya diambil alih oleh DPU Kota Depok.(naz)

Bawasda Depok Dinilai Kurang Transparan

Sumber: http://www.hupelita.com/

Depok, Pelita

Badan Pengawas Daerah (Bawasda) Kota Depok dianggap tidak transparan karena tidak mau lebih jauh mengungkap kasus kerusakan turap Setu Pencoran Mas dan mensosialisasikannya kepada khalayak umum tentang hasil penyelidikan.

Meskipun penyelidikan yang dilakukan oleh pihak Bawasda Depok berkaitan dengan kerusakan yang terjadi pada turap Setu Pancoran Mas telah selesai. Namun demikian hasil penyelidikan itu, hingga kini belum disosialisasikan kepada umum.

Hasil penyelidikan Bawasda terhadap kasus itu justru hanya disampaikan kepada Walikota Depok untuk ditindaklanjuti, baik menyangkut perbaikan maupun sanksi pada aparat peemrintah yang terlibat dalam pembangunan proyek itu.

Tentang kerusakan turap setu Pancora Mas, yang disinyalir terjadi akibat hujan deras, ternyata berindikasi lain, yaitu kelalaian administrasi pihak DPU. Saat dihubungi wartawan, Ketua bawasda Kota Depok, Drs M Ridwan tidak mau menjelaskan kasus yang ditemukannya.

Ridwan mengatakan, masalah kelalaian administrasi itu sifatnya lebih ditujukan untuk aparat pemerintah, bukan dibeberkan ke khalayak umum. Sedangkan tentang kontraktor dan konsultan perencana, bukan wewenang Bawasda untuk menyelidikinya.

Sementara Ketua Komisi D DPRD Depok, Siswanto, mengatakan memang sudah semestinya Bawasda melaporkan hasil investigasinya kepada walikota, karena bawasda bertanggunjawab kepada walikota. Tetapi setelah itu juga harus dilaporkan kepada masyarakat agar diketahui.

“Tanggungjawab memang ada di walikota, tetapi juga harus dibeberkan kepada masyarakat luas, agar tidak ada kecurigaan,” kata Siswanto kemarin.(naz)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: