Berita Situ Pedongkelan

Untuk Atasi Banjir di Jakarta Proyek Setu Dongkelan Mubazir

Sumber: http://www.hupelita.com/ 4 Maret

Depok, Pelita

Proyek penurapan Setu Dongkelan di wilayah RW 05, Kelurahan Tugu, Cimanggis, Depok, kerjasama Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dengan Pemerintah Kotamadya Jakarta Selatan (Jaksel) belakangan ini terkesan mubazir.

Padahal proyek itu diperuntukan untuk kantong air dalam mengatasi banjir di DKI Jakarta khususnya wilayah Jakarta Selatan. Nilai proyek pun tak tanggung-tanggung miliaran rupiah demi pencegahan banjir ke Jakarta.

Bahkan proyek pencegahan banjir bukan hanya di Tugu saja, di wilayah Limo akan dibangun waduk yang diperkirakan menelan biaya sebesar Rp500 miliar. Namun belakangan ini kedua proyek itu tidak dilaksanakan dengan serius oleh Pemkot Depok akibat adanya tanggungjawab penuh dari Pemda Jaksel.

Sementara Lurah Tugu TB Asnawi mengingatkan proyek Setu Dongkelan seharusnya diperhatikan kedua Pemda. Menurutnya, proyek itu menyangkut kepentingan bersama, termasuk wilayah Jakarta Selatan apabila musim hujan pasti kebanjiran.

“Kita belajar dari pengalaman tahun lalu, dimana proyek itu digarap hanya sepintas lalu saja. Akibatnya pembangunan turapnya menyalahi bestek,” kata TB Asnawi kepada wartawan baru-baru ini.

Bahkan proyek itu pernah ditinjau oleh Wakil Ketua DPRD Depok, Hasbullah Rahmad karena mendapat laporan jika proyek pelaksanaan proyek penurapan ambrol. Namun Pemkot Depok tak bisa memperbaikinya karena proyek itu tanggungjawab pekerjaan Pemda DKI Jakarta.

Hingga kini pelaksanaan proyek itu menjadi ngambang akibatnya proyek Setu Dongkelan tak lagi dihiraukan. Bahkan cara pekerjaaan yang dilakukan pemborong dari Jaksel terkesan tidak profesional karena sudah dua kali Setu itu asal jadi.

“Padahal proyek penurapan itu dua kali diperbaiki dengan dana besar, namun baru beberapa bulan kembali ambrol temboknya,” kata Usman, warga Cimanggis kepada Pelita, kemarin.

Sementara sumber Pelita di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Depok menyebutkan seluruh proyek rehabilitasi setu di wilayah Depok dibiayai APBN melalui Depkimpraswil. Di antaranya, Setu Dongkelan dianggarkan sebesar Rp583,8 juta, setu Jatijajar sebesar Rp774,3 juta, dan setu Citayam senilai Rp756,4 juta.(naz)

Desember 2008

Setu Pendongkelan jadi wisata air

Monitor Depok, 26 Desember 2008

TUGU, MONDE : Situ Pendongkelan yang berlokasi di Kelurahan Tugu, Cimanggis mulai kemarin difungsikan menjadi tempat pariwisata taman rekreasi air yang dilengkapi dengan sepeda air.

Peresmian wisata air dilakukan Kepala Kantor Pariwisata Seni dan Budaya Kota Depok Gagah Sunu Sumantri, dihadiri Lurah Tugu Supian Suri dan Sekretaris Kecamatan Cimanggis Marjaya dan ratusan warga. Gagah mengatakan Industri pariwisata merupakan suatu industri yang sifatnya komplek dan perlu didukung oleh sektor lain, kalau kita berbicara dengan industri yang lain sekarang kondisinya sangat terpuruk sedangkan sektor pariwisata kalau dipelihara dengan baik maka kondisinya lebih bagus.

Warga sangat membutuhkan hiburan, karena itu pariwisata merupakan suatu kebutuhan sekunder dari manusia, dengan adanya taman wisata air Situ Pendongkelan masalah kelestarian lingkungan hidup akan terjaga.

Gagah meminta kepada warga ikut menjaga kelestarian dan kebersihan situ. Sebab melalui contrariwise akan memberikan sumbangan yang besar apabila dikelola dengan baik dan professional. Dengan adanya obyek wisata ini, lanjut dia harus dapat mensejahterahkan masyarakat sekitar wilayah situ, rencananya wisata ini akan dikembangkan dengan menambah berbagai macam fasilitas.

Dia mengimbau kepada warga untuk selalu menjaga keberadaan taman wisata air ini dan kerahmahan warga sekitar situ terhadap pengunjung wisata, karena hal yang terpenting dari pariwisata adalah masalah pelayanan dari warga itu sendiri.

“Mari kita jaga dan lestarikan wisata alam yang ada dikota Depok,” ajaknya.

Sementara itu Ketua Pokja Situ Pendongkelan, Sain N Iskandar merasa bangga dengan difungsikan situ Pedongkelan yang luasnya sekitar 4,5 hektare dijadikan wisata air yang dilengkapi dengan sepeda air.(m-10)

Maret 2009

Situ Pedongkelan Terus Berbenah

Sumber: http://www.wartakota.co.id/ 13 Maret 2009

WARTA KOTA/ DODI HASANUDIN

Depok, Warta Kota — Situ Pedongkelan terus berbenah. Pasalnya, situ yang terletak di Kelurahan Tugu, Cimanggis, Kota Depok, ini akan resmi dimanfaatkan sebagai lokasi wisata pada 2009 ini.

”Untuk dijadikan lokasi wisata, tentu Situ Pedongkelan harus terus kita benahi. Konsepnya, bagaimana warga luar Depok membuang uang di Depok dengan mendatangi situ tersebut. Dengan begitu, akan ada peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat Depok,” kata Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda dan Olahraga serta Pariwisata Seni dan Budaya Kota Depok, Saifudin Lubis.

Pembenahan itu, lanjutnya, termasuk melengkapi sarana dan prasarana situ tersebut. Di antaranya pelebaran jalan di sekitar situ, pembangunan dermaga, dan pembelian sarana transportasi air berupa perahu bebek-bebekan.

Wakil Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Situ Pedongkelan, Toto Hasmianto, mengakui bahwa sarana prasarana penunjang sebagai tempat wisata memang belum selesai. Misalnya saja jalan setapak yang mengitari sebagian situ.

”Jalan setapak yang mengitari situ dan menghubungkan RW 06 dengan RW 05 sebenarnya sudah dibuat, meski belum selesai sepenuhnya. Jalan itu diberi konblok. Namun, di saat pemasangan konblok itu tinggal sekitar 50 meter lagi, justru konblok-konblok yang sudah terpasang banyak yang hilang,” kata Toto Hasmianto.

Jalan setapak itu untuk mempermudah warga sekitar menuju situ. Selain itu, jalan itu juga untuk warga berjalan-jalan. Sementara perahu bebek-bebekan sudah dioperasikan sejak Desember 2008. ”Sebelumnya, situ ini dangkal dan jarang dikunjungi warga. Namun, setelah situ dikeruk dan keramba-keramba ikan milik warga sekitar diangkat, maka situ ini mulai ramai dikunjungi. Apalagi ketika kita operasikan perahu bebek, pada hari libur pengunjungnya bisa sampai 70-an orang,” tutur Toto.

Dalam pantauan Warta Kota kemarin, pada hari biasa pengunjung Situ Pedongkelan hanya sedikit tampak sepi. Perahu bebek terlihat banyak ’menganggur’.

Situ Pedongkelan terletak di Kampung Areman, persisnya di kanan belakang tak jauh dari Markas Korps Brimob Kelapadua, Kota Depok. Sebelum dikeruk, situ ini banyak ditumbuhi tanaman liar. Ada juga warga yang menanam pohon pisang di tepi situ.

”Tentu saja kami dukung sekali bila situ ini dijadikan tempat wisata, sehingga warga sekitar bisa mendapat tambahan pemasukan dengan mendirikan warung atau berjualan sesuatu lainnya,” kata Dian, warga sekitar situ.

”Dan yang tak kalah pentingnya, tolong pemda melebarkan akses jalannya, sehingga di saat liburan dan pengunjungnya banyak, ruas jalan masih bisa menampung kendaraan. Tidak seperti sekarang ini, sempit sekali,” imbuhnya. (DOD)

SITU PEDONGKELAN

Tiket Perahu Bebek
Hari Senin-Sabtu: Rp 8.000
Hari Minggu/Libur: Rp 10.000
Tiket Masuk: Gratis

April 2009

Situ Pendongkelan Perlu Perhatian Khusus

Situ Pedongkelan berada di atas pemukiman warga.

Sumber: http://metro.vivanews.com/ 6 April 2009

Eko Priliawito, Lutfi Dwi Puji Astuti

VIVAnews – Pemerintah DKI Jakarta terus melakukan pengecekan terhadap situ dan waduk yang ada di wilayah DKI Jakarta. Dari hasil pengecekan oleh Dinas Pekerjaan umum (PU) DKI Jakarta, ada satu waduk yang posisinya dianggap sama seperti Situ Gintung, Yakni Situ Pedongkelan yang berada di perbatasan antara Jakarta dan Depok, Jawa Barat.

Situ Pedongkelan berada di atas pemukiman warga dan segera mendapatkan perhatian dan pengecekan secara rutin. ” Tingginya 4 meter diatas pemukiman warga,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Budi Widiantoro di Balaikota, Senin 6 April 2009.

Untuk sementara waktu agar kondisinya tidak membahayakan dan mengancam nyawa manusia, dinas pekerjaan umum tengah melakukan penurapan dengan batu kali. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kebocoran.

“untuk sementara masih aman, tapi kita perkuat lagi dengan penurapan,” ujarnya. Jarak antara tanggul situ dengan pemukiman warga tidaklah jauh. hanya berjarak sekitar 10 meter.

Dari hasil pengecekan yang telah dilakukan, kondisi situ dan waduk yang ada di wilayah DKI jakarta tidaklah membahayakan, karena kebanyakan berada di bawah pemukiman warga.

Andaipun meluap hanya akan membanjiri daerah skitar secara perlahan. Biaya untuk pemeliharaan waduk dan situ pun selalu dianggarkan dalam APBD sebesar Rp 1 miliar setiap tahunnya.

Sementara itu untuk Situ Pedongkelan yang memiliki posisi hampir sama dengan Situ Gintung, kawasan inipun tidak menjadi target prioritas DKI untuk dilakukan perbaikan.

Pemerintah DKI Jakarta saat ini tengah memprioritaskan perbaikan untuk Waduk Pluit yang pada hari Jumat malam lalu mengalami kebocoran.

Situ Pedongkelan Posisinya Mirip Situ Gintung

Sumber:  http://www.berita8.com/ 06 April 2009

Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, Budi Widiantoro menyatakan, ada beberapa situ di Jakarta yang membahayakan.

Namun, dirinya mengaku hanya ada satu situ yang posisinya sama persis seperti di Situ Gintung yaitu Situ Pedongkelan.

“Sebagian telah kita turap dengan batu kali,” kata Budi di Balaikota, Senin (6/4).

Menurutnya, itu hanya sebagian saja. “Untuk saat ini kita anggap aman, tapi kita juga tetap mengamati,” imbuhnya.

Apabila Situ Pedongkelan sudah dianggap membahayakan bagi masyarakat, lanjut dia, maka pemerintah akan memperkuat pertahanannya lagi.

“Jarak rumah dengan tanggul di dalam kota paling dekat kurang lebih 10 meter, sedangkan batas jarak di luar kota sekitar 20 meter,” ujarnya.

Meski demikian, lanjut Budi, Situ Pedongkelan tidak terlalu membahayakan.

Situ Pedongkelan yang wilayahnya masuk ke Jakarta dan Depok ini kedalamannya hanya 4 meter sedangkan Situ Gintung kedalamannya mencapai 10 meter.(Lia)

Tak Mau Terulang Situ Pedongkelan Dipantau Ketat

Sumber: http://www.tempointeraktif.com/ 07 April 2009

TEMPO Interaktif, Jakarta: Tak mau mengalami kejadian serupa dengan robohnya waduk Situ Gintung, Creundeu, Tangerang, Jawa Barat, pemerintah kota Jakarta secara intensif sekarang ini melakukan monitoring terus menerus terhadap kondisi Situ Pedongkelan. Situ Pedongkelan mempunyai kondisi yang sama dengan Situ Gintung. Situ Pedongkelan terletak di perbatasan antara wilayah Jakarta dengan wilayah Depok, Jawa Barat.

“Situ Pedongkelan mempunyai tinggi permukaan air yang lebih tinggi dibanding dengan perumahan-perumahan yang terletak di sekitar danau. Wilayah seputar situ itu juga dipenuhi dengan perumahan padat,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum Jakarta Budi Widiantoro.

“Sesungguhnya disana (Situ Pedongkelan) tidak ada masalah dengan waduk karena telah kita perkuat dengan batu. Tetapi sejak permukaan air diatas pemukiman sekitar, kita akan memantau terus,” ujar Budi.

“Pemukiman terdekat hanya sekitar 10 meter dari lokasi (Situ Pedongkelan).”

Situ Pedongkelan, Depok, berkedalaman sekitar 4 meter, lebih dangkal daripada Situ Gintung yang berkedalaman sekitar 10 meter.

Sesudah musibah Situ Gintung, pemerintah kota Jakarta semakin meningkatkan pengawasannya terhadap sekitar 26 situ yang berada di wilayah Jabodetabek. “Tahun ini kita akan mengalokasikan dana sekitar Rp 1 miliar untuk pemeliharaan situ.”

Selain Situ Pedongkelan, pemerintah kota juga merencanakan untuk memperbaiki waduk Pluit di Jakarta Utara, sejak keretakan-keretakan ditemukan di waduk ini.

Banyak pengamat perkotaan, yang memperingatkan pemerintah kota Jakarta untuk semakin memperhatikan keberadaan 26 waduk lain di Jabodetabek.
WAHYUW

Warga Situ Pedongkelan Waspada

Tanggul Situ Bojongsari Keropos

Sumber: http://wartakota.co.id/ 7 April 2009

Depok, Warta Kota

Warga Kampung Areman, Tugu, Cimanggis, Kota Depok, waspada. Terutama warga RT 05/05 dan RT 08/05 yang tinggal di bawah tanggul Situ Pedongkelan. Mereka waspada setelah pemberitaan tentang enam situ di Depok yang berpotensi bencana seperti Situ Gintung, Ciputat.

Salah satu dari enam situ itu adalah Situ Pedongkelan, yang letak geografisnya ada di atas permukiman.

”Setelah pemberitaan di media massa banyak warga yang mendatangi saya. Saya bilang ke warga untuk tenang dulu. Jangan panik. Lebih baik waspada,” kata Ketua Pokja Situ Pedongkelan Sain N Iskandar, akhir pekan lalu.

Menurut Sain, warga yang mendatanginya itu khawatir tanggul Situ Pedongkelan jebol. Kekhawatiran warga bertambah bila terjadi hujan deras dan Kali Cijantung meluap, maka air kali tersebut disertai air hujan akan memenuhi Situ Pedongkelan. Hal itu membuat air situ pun meluap dan membanjiri rumah warga.

”Kalau hujan deras warga suka melihat kondisi air situ. Itu sebagai bentuk kewaspadaan. Kami sebagai tim pokja juga ke pintu air. Bila debit air situ semakin banyak, maka pintu airnya dibuka,” tuturnya.

Karena itu, lanjut Sain, warga meminta Pemkot Depok untuk memperkuat tanggul. Apalagi tanggul yang dijadikan jalan penghubung ke Kampung Pekayon, Pasarrebo, Jakarta Timur itu sering dilalui kendaraan roda empat dan sepeda motor. Ditambah lagi batu-batuan pada bagian bawah tanggul mulai copot. ”Intinya, warga minta tanggul segera diperbaiki. Itu solusi paling baik saat ini,” tandas Sain.

Ia juga berharap, pendalaman dan pelebaran situ dilakukan berbarengan dengan penguatan tanggul. Hal itu demi mendukung Situ Pedongkelan menjadi tempat wisata yang lebih memadai. Saat ini Situ Pedongkelan luasnya mencapai 4,5 hektar dengan kedalaman situ rata-rata 3 meter.

Dalam pantauan Warta Kota, permukiman di bawah tanggul itu jaraknya sekitar lima meter dari tanggul. Tanggul tersebut tingginya sekitar dua meter dan lebarnya juga hampir dua meter. Tanggul yang menghubungkan Kampung Areman dan Kampung Pekayon itu panjangnya sekitar 200 meter.

Setahun

Sementara itu, tanggul Situ Bojongsari mulai keropos, terutama bagian bawah bibir dalam turap situ yang terletak di Sawangan, Kota Depok ini. Menurut Safrudin, warga Kampung Bojongsari Lama RT 02/12, Sawangan, Kota Depok, akhir pekan lalu, tanggul di sebelah selatan sepanjang 200 meter itu mulai keropos sejak setahun yang lalu.

”Jika tak segera diperbaiki dikhawatirkan akan jebol seperti Situ Gintung. Ngeri juga sih kalau jebol,” kata Safrudin yang sering melarang muda-mudi pacaran di tepi situ pada malam hari.

Dikatakan Safrudin, jika tanggul tersebut jebol maka air situ akan mengempaskan sejumlah rumah di Kampung Cinangka, Kampung Kebon, Kampung Jenderal, dan Kampung Bojongsari. ”Tinggi tanggul sekitar tiga meter lebih dan kedalaman situ sekitar tujuh meter,” tuturnya.

Seperti diberitakan, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Bina Marga Kota Depok Welman Naepospos menyatakan, ada enam situ yang kondisinya mirip dengan Situ Gintung, yakni permukaan bibir situ lebih tinggi dari permukiman. Situ-situ adalah Situ Asihpulo (Rangkapanjaya, Pancoranmas), Situ Pedongkelan (Tugu, Cimanggis), Situ Bojongsari (Sawangan, Sawangan), Situ Pangarengan (Cisalak, Sukmajaya), Situ Bahar (Limo, Limo), Situ Sido Mukti (Cilangkap, Sukmajaya). (Dody Hasanudin)

Warga Minta Pemda Perbaiki Situ Pedongkelan

Sumber:  http://www.sinarharapan.co.id/ 11 April 2009

Jakarta – Warga meminta Pemda Jakarta segera memperbaiki Situ Pedongkelan di Jakarta Timur untuk mencegah kemungkinan terjadi bencana yang mengancam warga sekitarnya. Permintaan warga itu disampaikan ketika Wakil Gubernur (Wagub) Jakarta Prijanto dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Jakarta Budi Widiantoro meninjau Situ Pedongkelan, Rabu (8/4) siang.
Menurut Budi kepada SH, peninjauan untuk melihat langsung kondisi Situ Pedongkelan. Dalam kesempatan itu, Wagub Prijanto meminta agar Dinas PU senantiasa mengawasi secara kontinuitas. Bila ada yang rusak harus segera diperbaiki. Bahkan, warga juga meminta agar Situ Pedongkelan diperbaiki.

Ketika ditanya apakah Situ Pedongkelan dalam keadaan rusak, Budi hanya mengatakan, ada batu di bagian pinggiran terlepas. “Situ dalam kondisi baik, hanya ada batu yang terlepas,’’ katanya.

Batu yang terlepas akan diperbaiki dan itu tidak perlu harus menunggu perubahan anggaran tahun 2009. Perbaikan bisa menggunakan dana pemeliharaan dan perawatan. ‘’Perbaikan cukup menggunakan anggaran perawatan dan pemeliharaan,’’ ujarnya.

Sebelumnya, Budi mengatakan, situ dan waduk di Jakarta pada umumnya aman, kecuali Situ Pedongkelan yang hampir mirip dengan Situ Gintung karena jaraknya dengan permukiman warga dekat, hanya sekitar 10 meter.

Untuk mencegah kerusakan dan bencana, dilakukan penurapan dengan batu kali. Selain itu, dilakukan pengawasan terus-menerus dan bila ada kerusakan langsung dilakukan diperbaiki.

Ketika ditanya berapa jarak aman antara situ dan permukiman warga, Budi menegaskan, ada ketentuan atau aturan soal jarak. Untuk waduk atau situ di luar Kota Jakarta sekitar 20 meter, sedangkan dalam kota di atas 10 meter.

Artinya, jarak permukiman warga dengan Situ Pedongkel-an melanggar aturan atau ke-tentuan. Hanya saja, Budi tidak menyebut itu sebagai suatu pelanggaran. (andreas piatu)

Juni 2009

Situ Pendongkelan Makin Merana

Sumber: http://:www.republika.co.id/15 Juni 2009

DEPOK –Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Depok Wahyudi meminta dinas terkait untuk lebih memperhatikan situ Pendongkelan, Kelurahan Tugu, Cimanggis, Depok. Lantaran masyarakat sekitar kurang peduli pada kondisinya yang kian memprihatinkan.

‘’Dinding turapnya mulai retak-retak. Kesannya pengelola wisata air tak peduli,” ujar Wahyudi, Senin (15/6). Pihak dinas terkait menurutnya pernah mengecek ke lokasi, namun belum ada tindak lanjut. Ia mengkhawatirkan jika kondisi ini dibiarkan akan menggerus keberadaan situ tersebut.

Situ Pendongkelan mempunyai luas enam hektar kini keberadaannya dikepung permukiman padat. Di sekitar situ tinggal sekitar 2.500 warga. Gawatnya, perbedaan ketinggian antara permukiman dan tanggul Situ Pendongkelan bervariasi 10 sampai 20 meter.

Seorang warga Kelurahan Tugu, Agus Sulaeman (31 tahun) mengatakan, tanggul Situ Pendongkelan pernah jebol disusul dengan terjadinya banjir bandang pada 1984. ”Namun, tak sampai ada korban jiwa. Waktu itu di bawah tanggul masih berupa tanah kosong dan kebun, belum ada banyak rumah seperti sekarang,” katanya.

Saat ini, di sekitar Situ Pendongkelan sudah amat padat. Situ ini pun berlokasi tak jauh dari Jalan Raya Bogor, pusat industri PT Panasonic Manufacturing Indonesia, dan pabrik ritsleting milik PT YKK. Situ Pendongkelan yang kontur lokasinya hampir mirip dengan Situ Gintung yang jebol lantaran jarak antara waduk dengan permukaan tanah lebih tinggi sekitar empat meter.

Dinas terkait menilai tanggulnya dinilai masih kuat, jarak antara permukiman dan situ yang masuk wilayah Jakarta Barat dan Depok tersebut mencapai 10 meter atau masih memenuhi aturan khusus untuk situ di dalam kota.

Kondisi situ yang memprihatinkan tak dialami situ Pendongkelan saja. Dari data Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Depok ada sekitar lima situ di Depok perlu mendapat perhatian serius karena lokasinya lebih tinggi keberadaanya dari rumah penduduk sekitarnya.

Menurut Kasi Pemeliharaan Sumber Daya Air Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Depok, Arga Darma Tubagus, kelima situ itu antara lain itu situ Asih Pulo, Pendongkelan, Sawangan, Pengarengan, dan Bahar. Sebenarnya dinasnya telah menganggarkan untuk perawatan berkala situ-situ tersebut. Namun, lebih diarahkan untuk pembuatan tanggul.

Kelima situ tersebut juga perlu menjadi perhatian bagi pemerintah DKI Jakarta. Pasalnya, situ-situ tersebut merupakan parkiran air sungai Ciliwung sebelum akhirnya menuju ke DKI Jakarta.

“Untuk memberikan perhatian kami terganjal dana,” ujarnya. Oleh karena itu, pihaknya mengharapkan bahwa Pemerintah DKI Jakarta juga ikut memberikan perhatian terhadap kondisi situ.

Arga mengatakan bahwa anggaran yang ada selama ini lebih diarahkan Akan tetapi, agar musibah Situ Gintung tidak terjadi pada situ-situ di Depok, pihaknya mengakui bahwa perhatian khusus memang perlu dilakukan.

Beberapa waktu lalu Wali Kota Depok Nurmahmudi Ismail mengatakan belum ada rencana relokasi warga sekitar situ. “Butuh biaya besar untuk relokasi itu,” katanya.- c84/ahi

Mei 2013

Situ Pedongkelan makin dangkal Keberadaan situ diwilayah Kota Depok dinilai sangat penting dan perlu insentif

Sumber:  http://www.dprd-depokkota.go.id/ 01 Mei 2013 

Salah satu situ yang perlu diperhatikan adalah Situ Pedongkelan yang berada di wilayah Tugu. Pasalnya, situ yang letaknya berbatasan dengan wilayah Jakarta Timur ini telah mengalami pendangkalan di sejumlah titik.
71yetiwulandari
“Depok hanya memiliki situ sebagai aset sumber daya alam. Karena itu, perlu keseriusan pemerintah Kota Depok untuk menyingkapi tentang pemeliharaan situ. Jangan kondisinya semakin hari justru makin memprihatinkan,” ujar anggota DPRD Kota Depok, Yeti Wulandari,SHyang berkesempatan mengunjungi Situ Pedongkelan, baru-baru ini.

Lebih lanjut di sampaikannya, pemeliharaan situ dilakukan berupa pemeliharaan fisik maupun pemberian intensif kelompok kerja (Pokja) situ, yang merupakan garda terdepan dalam pemeliharaan situ.

“Sebagaimana kita ketahui bahwa luas situ di Depok banyak yang semakin hari semakin berkurang akibat pendangkalan. Bahkan, banyak yang kini hilangdan akhirnya digunakan untuk lahan bangunan penduduk. Ada juga diantaranya telah dibuatkan sertifikat lahan kepimilikan,” tandas politisi Partai Gerindra tersebut kepada Monde.

“Perlunya pemberian insentif kepada pokja karena mereka adalah unsure dari masyarakat yang diharapkan dalam menjaga kelestarian situ,” imbuhnya.

Padahal, lanjutnya, situ merupakan potensi yang sangat penting untuk menjadi sumber penampungan air, perikanan, hingga pariwisata.

“Kalau dikelola dengan baik, otomatis dapat menjadi daya tarik bagi Depok. Begitu pula dengan sarana rekreasi airnya,” katanya.

Apalagi Situ Pedongkelan telah menjadi salah satu situ yang menjadi objek wisata dengan tersedianya sejumlah perahu air atau bebek-bebekan. Namu dengan adanya pendangkalan, tentunya akan dapat mengganggu pengunjung saat ingin bermain atau menggunakan sarana wisata air tersebut.(her)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: