Artikel Situ Pengarengan

SETU PENGARENGAN,PROSPEKTIF SEBAGAI OBYEK WISATA KELUARGA

Sumber: http://bappeda.depok.go.id/ 02 Maret 2010

Setu memiliki fungsi yang penting, bias menjadi tempat parkir air sekaligus sebagai kawasan resapan. Setu juga memiliki fungsi mengurangi volume air permukaan (run off) yang tak tertampung dan menjadi penyebab banjir/genangan. Pada kondisi tertentu, setu dapat berperan sebagai pembangkit listrik, pengimbuh (recharge) air pada cekungan air tanah serta penahan instrusi air asin. Fungsi situ-situ di jabodetabek didominasi untuk irigasi (44%) disusul sebagai tendon air(31%), pengendalian banjir(10%), perikanan(8%), wisata alam(3%) dan lainnya(4%).

Diluar fungsi ”nature” itu, setu juga menyimpan manfaat yang cukup besar antara lain manfaat sosioekonomis sebagai cadangan sumber air bersih, sumber penyedia protein dari sector perikanan darat, sarana rekreasi dan banyak lagi. Pemanfaatan setu-setu di kawasan jabodetabek umumnya sebagai sumber air bersih untuk mandi dan cuci. Perikanan budidaya dan non-budidaya, irigasi pertanian, dan wisata air. Kebijakan pengelolaan Setu.

Situ di kota Depok telah cukup lama memberikan manfaat bagi masyarakat sekitarnya, bahkan sebagai sumber pasokan air ke sebagian kecil ke wilayah Jakarta, yaitu situ dongkelan dan situ Tipar. Pembangunan fisik khususnya pemukiman skala kecil dan luas telah menimbulkan berbagai masalah lingkungan,termasuk ”mengancam” kelestarian dan keberadaan situ di kota depok. Pembangunan telah menimbulkan turunnya luas permukaan dan kapasitas setu sehingga berkurang kemampuannya sebagai panahan laju aliran yang mengakibatkan masalah banjir secara local dan dijakarta. Bahkan situpun telah digunakan sebagai tempat pembuangan sampah dan limbah sehingga memicu pencemaran.

Menyadari ancaman serius di atas, pemerintah kota Depok tidak tinggal diam. Pada tahun 1999 lalu melalui SK Walikita Depok No.8221.29/71/KPTS/HUK/1999 Terbentuk Kelompok Kerja (POKJA) untuk mengontrol, melindungi dan mengembalikam fungsi setu. Pokja yang berbasis civil society ini bertugas menyusun rencana dan pelaksanaan pengelolaan situ, mengorganisasi rehabilitasi, konversi dan perlindungan setu yang layak dan efektif . Tidak hanya itu, pemerintah kota melalui RPJMD (Rencana penbangunan Jangka Menengah) 2006-2011 menempatkan situ sebagai persoalan “urgent” sebagai bagian tak terpisahkandari kebijakan pengelolaan lingkungan hidup kota. Melalui pogram pengendalian banjir, dengan sumber pembiayaan lintas level prmerintahan (APBN,Hibah DKI,APBD Jabar dan kota Depok) berbagai kegiatan telah di gulirkan dalam rangka konservasi dan pemanfaatan situ sebagai resapan air. Kebijakan pokok pengelolaan setu di kota depok adalah 1). membangun, meningkatkan dan mengembalikan fungsi Setu dan waduk sebagai daerah penampungan air, 2). meningkatkan peran serta masyarakat dalam menjaga kelestarian sungai dan setu dalam kurun waktu.

Situ pangarengan

Salah satu yang strategis untuk di jaga dan bahkan “diberdayakan” sehingga memberi nilai tambah bagi kemaslahatan masyarakat tanpa merusak kelestariannya adalah situ pangarengan, yang terletak di kelurahan Bakti jaya, kecamatan Sukma jaya. Situ ini sebagian terdiri dari danau dengan luas sekitar 10ha membentang dari utara ke selatan dengan batas sebelah utara dengan jalan juanda, selatan dengan lading,dan semak belukar, timur dengan lahan kosong dan barat dengan perumahan penduduk. Tanah di sekitar situ sebagian besar di miliki RRI, dengan bentuk fisiografi berupa dataran dengan kemiringan kurang dari 3% persis di bagian utara brebatasan dengan jalan juanda dan rencana jalan tol cijago.

Melalui kegiatan studi pengembangan situ Pengarengan yang di lakukan oleh Bappeda, di analisis potensi pengembangannya ke depan. Khususnya sebagai obyek wisata. Berdasarkan analisis makro (konsep SWOT), yang dilengkapi dengan analisis lokasi (pergerakan, asosiasi, kesesuaian tema pengenbangan, bentuk bidang tanah, fisiografi, aksesibilitas, dan harga tanah) Situ pangarengan berpotensi besar untuk di kembangkan sebagai bagian dari potensi wisata yang harus terintegrasi dengan pengembangan kota wisata. Alasannya karena memiliki karakteristik fisik akan yang baik, luas lahan cukup, dan terdapat embrio kegiatan ekonomi kota di sekitar lokasi, serta memiliki aksesibilitasan yang tinggi. Konsep pengembangan di arahkan pada tema ”Taman Danau” dengan fungsi ganda yaitu kelestarian lingkungan hidup dan fungsi kegiatan ekonomi produktif. Fungsi alami situ di kembangkan dengan tema taman yaitu ruang terbuka hijau dengan mengandalkan variasi jenis tanaman untuk tiap detail lansekap. Adapun fungsi ekonomi produktif sebagai sub-tema di kembangkan dalam wujud food square, wisata air, kegiatan outbound, serta panggung terbuka untuk apresiasi seni dan budaya. Konsep food square berbentuk sentra makanan dan minuman baik tradisional maupun modern dengan melibatkan pedagang kaki lima (PKL) terbina. Lokasi situ sangat tepat karena bias mengadopsi pergerakan orang pada pasar kaget jalan juanda yang selama ini sudah ada. Konsep penataan ruang dan bangunan di arahkan untuk penyedian kicir air, jalan akses, pintu gerbang, cafe danau, rumah makan atau restaurant tepi danau, taman rekreasi sepeda air, taman pemancingan , outbound, camping ground, area gokart, jogging track, panggung terbuka, food court, area PKL, area pembibitan tanaman hias, lapangan parkir dan fasilitas umum, serta hutan kota. Secara spasial konsep ini dapat di lihat pada gambar.

Tidak Lanjut

Kajian telah di buat, semoga tidak Cuma tinggal kajian, apalagi sudah di ekspose lewat media, peluang seperti ini tentu hanya pemda yang menangkap, justru swastalah yang harus merespon cepat, apalagi tergambar cukup prospektif. Melalui kerja sama dunia usaha, RRI (dalam konteks pemilikan lahan situ). Akan mudah di wujudkan keinginan kita semua untuk memiliki tempat wisata keluarga, sekaligus wisata pendidikan yang representatif. Pengembangan situ pangarengan sebagai obyek wisata juga berdimensi ganda karena memperluas ruang terbuka hijau (RTH) dan memberi ruang bagi berkembangnya usaha kecil dan menengah dan mikro semacam PKL, yang dengan tegas diamanatkan oleh UU Tata Ruang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: