Yuliananto Supriyadi

PERANCANGAN LANSKAP KAWASAN REKREASI SITU RAWA BESAR, DEPOK

Oleh : YULIANANTO SUPRIYADI

SKRIPSI ;  PROGRAM STUDI ARSITEKTUR LANSKAP, FAKULTAS PERTANIAN, INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008

Sumber: http://docs.google.com/iirc.ipb.ac.id/

RINGKASAN

YULIANANTO SUPRIYADI. Perancangan Lanskap Kawasan Rekreasi Situ Rawa Besar, Depok. (Dibimbing oleh INDUNG SITTI FATIMAH).

Studi ini bertujuan merancang lanskap Kawasan Situ Rawa Besar, Depok, sebagai area rekreasi yang fungsional dan bernilai estetik dengan memanfaatkan potensi yang ada di sekitar tapak serta Situ Rawa Besar sebagai objek utama rekreasi. Studi ini juga diharapkan dapat mengoptimalkan fungsi keberadaan situ dan dapat melestarikan lingkungan sekitar situ serta dapat memberikan nilai tambah bagi kawasan tersebut.

Studi perancangan lanskap kawasan rekreasi ini dilakukan pada Kawasan Situ Rawa Besar yang terletak di Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, dan termasuk dalam Bagian Wilayah Kota (BWK) Beji. Tapak terletak pada 06o23’20” LS – 06o24’00” LS dan 106o48’50” BT – 106o49’20” BT. Sebelah utara dibatasi oleh Jalan Arief Rahman Hakim, sebelah timur dibatasi oleh Stasiun Depok Baru dan rel kereta api Jakarta-Bogor, sebelah selatan dibatasi oleh Jalan Dewi Sartika dan sebelah barat dibatasi oleh Jalan Nusantara. Kawasan Situ Rawa Besar merupakan suatu kawasan kehidupan sosial masyarakat yang didominasi oleh struktur terbangun dengan keberadaan situ yang berpotensi sebagai daya tarik kawasan rekreasi.

Metode studi yang digunakan adalah metode survei untuk perancangan yang dikemukakan oleh Gold (1980) dengan penyesuaian. Proses perancangan meliputi persiapan, pengumpulan data dan informasi yang diperoleh dengan cara pengamatan langsung pada tapak serta data yang diperoleh dari studi pustaka, analisis sebagai bagian dari pengolahan data yang menghasilkan sintesis, perumusan konsep, perencanaan dan perancangan serta pembuatan laporan.

Kawasan Situ Rawa Besar memiliki luas 77,31 ha, meliputi luas badan air situ 12,31 ha dan daratan di sekeliling situ seluas 65 ha. Lokasinya cukup strategis dengan akses yang mudah dijangkau oleh pengunjung. Area rekreasi yang dikembangkan memanfaatkan daerah sempadan situ seluas 11,76 ha (15,21%). Tapak memiliki topografi yang relatif datar dengan kemiringan lahan sebesar 0%-3%. Sumber air situ berasal dari mata air dan limpahan air hujan dengan sistem terbuka. Kondisi iklim pada tapak termasuk dalam kategori tidak nyaman, dengan nilai THI sebesar 27,83oC (> 27oC). Hal ini dapat diatasi dengan penanaman vegetasi atau dengan membuat koridor angin dan dengan memanfaatkan badan air situ. Situ Rawa Besar menjadi fokus pemandangan yang ditawarkan pada tapak. Tanaman yang terdapat pada tapak berupa tanaman buah dan tanaman hias. Kawasan Situ Rawa Besar memiliki jumlah penduduk sebesar 33.519 jiwa (7.673 KK) dengan kepadatan penduduk 66,56 jiwa/ha. Secara umum, penduduk Kawasan Situ Rawa Besar termasuk dalam golongan pendapatan sedang dan rendah.

Konsep dasar pengembangan kawasan adalah meningkatkan fungsi tapak agar dapat dimanfaatkan sebagai area rekreasi dengan baik yang dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pengguna serta dapat melestarikan lingkungan sekitar situ dengan tetap menjaga kestabilan kondisi biofisik kawasan. Melalui pendekatan sumber daya biofisik tapak dan pendekatan aktivitas, konsep dasar tersebut dikembangkan menjadi konsep ruang, sirkulasi, tata hijau, dan fasilitas sebagai kawasan rekreasi. Diharapkan dengan adanya konsep ini, Kawasan Situ Rawa Besar dapat menjadi suatu area yang mampu memenuhi kebutuhan ruang untuk aktivitas rekreasi dengan Situ Rawa Besar sebagai fokus pemandangan yang ditawarkan pada tapak.

Pengembangan konsep untuk penataan lanskap Kawasan Situ Rawa Besar diwujudkan melalui rencana pengembangan ruang, aktivitas, sirkulasi, tata hijau, dan fasilitas. Rencana penataan ruang pada tapak, dibedakan menjadi dua ruang utama, yaitu ruang konservasi dan ruang pemanfaatan. Ruang pemanfaatan dibagi menjadi sub ruang penerima, sub ruang pelayanan, sub ruang rekreasi, sub ruang perumahan dan sub ruang bangunan umum. Penataan ruang ini dipisahkan berdasarkan kondisi biofisik tapak dan intensitas aktivitas penggunaan manusia. Rencana sirkulasi dikembangkan menjadi jalur sirkulasi primer, sekunder, dan pejalan kaki. Jalur sirkulasi primer dan sekunder dapat dilalui kendaraan bermotor, sedangkan jalur pejalan kaki hanya digunakan untuk pejalan kaki yang terdapat pada area rekreasi. Rencana tata hijau pada tapak dikembangkan menjadi tata hijau estetis, pengarah, peneduh, dan konservasi.

Untuk mendukung pengembangan tapak sebagai area rekreasi disediakan fasilitas penunjang rekreasi untuk mengakomodasi kebutuhan pengguna tapak dan diharapkan dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan pengguna selama berada di dalam tapak. Rencana jenis dan tata letak fasilitas rekreasi, berdasarkan pada rencana tata ruang, rencana aktivitas dan rencana sirkulasi dengan memanfaatkan keindahan pemandangan situ. Fasilitas tersebut terdiri dari papan nama kawasan seluas 1,6 m2; kantor pusat informasi dengan luas 800 m2; area parkir dan pos jaga dengan luas total 6120 m2; penginapan seluas 388 m2; gazebo dengan luas 48 m2; restoran seluas 212 m2; plaza dan tempat duduk dengan luas total 2496 m2; kios seluas 46 m2; sign board seluas 0,6 m2; dek dengan luas 36 m2; halte penyeberangan seluas 100 m2; musholla serta toilet dengan luas 174 m2. Fasilitas yang dikembangkan merupakan fasilitas pengadaan dengan menggunakan desain minimalis dan bahan material yang digunakan didominasi oleh kayu.

Perancangan lanskap Kawasan Situ Rawa Besar sebagai area rekreasi dilakukan untuk meningkatkan fungsi tapak dengan mengoptimalkan potensi yang ada dan memanfaatkan keberadaan situ sebagai objek utama rekreasi. Hasil studi ini merupakan alternatif pengembangan tapak sebagai area rekreasi yang fungsional dan estetis dengan tetap menjaga kondisi lingkungan sekitar situ, diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan kepuasan tersendiri bagi pengunjung serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar situ. Studi ini dilakukan sampai tahap desain konsep yang memberikan gambaran rencana pengembangan yang diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah setempat dalam pengembangan kawasan sebagai area rekreasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: