Berita Situ Rawa Binong

Agustus 2004

Rawa Binong Diuruk

Cukup Surat dari Kelurahan Bisa Diperjualbelikan

Sumber:http://www.suarapembaruan.com/ 10 Agustus 2004

DEPOK – Rawa Binong yang terletak di antara Kampung Pitara dan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, sebentar lagi tinggal kenangan. Pasalnya, pengembang dari perumahan Depok Maharaja bermaksud memperluas perumahan tersebut dengan menguruk Rawa Binong.

Informasi yang diperoleh Pembaruan, Senin (9/8), reklamasi terhadap Rawa Binong terjadi sejak pertengahan Juli 2004. Warga yang rumahnya berdekatan dengan rawa memprotes pihak pengembang sebab jalan lingkungan menjadi rusak oleh truk pengangkut tanah dan alat-alat berat.

Pihak pengembang sendiri kemudian memakai jalan masuk di pinggir rawa dan tidak lagi mempergunakan jalan lingkungan yang kemudian diberi pagar seng. Hingga kini, proses pengurukan masih terus berjalan. Beberapa truk pengangkut tanah hilir mudik menurunkan tanah merah yang kemudian diratakan dengan buldozer.

Kurang lebih seperempat bagian rawa mulai terlihat diuruk. Dari penuturan beberapa penduduk, beberapa bagian dari rawa tersebut masih terpetak-petak dan berupa empang. “Yang seperti itu belum terjual, mungkin belum cocok harganya,” kata salah satu warga yang minta namanya tidak ditulis. Dijelaskan, lahan rawa tersebut yang disulap menjadi empang setidaknya hampir seluas empat hektare. “Untuk jadi empang gampang, cukup surat saja dari kelurahan, dan bisa pula diperjualbelikan,” ucapnya.

Sementara itu, karyawan perumahan tersebut, yang minta namanya tidak ditulis, menjelaskan, pihaknya membeli lahan rawa Binong sekitar 10 tahun lalu dengan harga Rp 30.000 per meter. “Di atas lahan bekas rawa tersebut akan dibangun rumah-rumah tipe 38, dan menurut rencana dipasarkan mulai September tahun ini. Tapi saya tidak tahu berapa banyak yang akan dibangun,” ujarnya.

Kasubbag Amdal pada Bagian Lingkungan Hidup Kota Depok, Kania Parwanti, menjelaskan, pihaknya masih mempelajari kejelasan Rawa Binong. “Kalau memang terjadi pengurukan tentu sudah melanggar aturan,” katanya.

Dijelaskan, Bagian Lingkungan Hidup Kota Depok masih mendalami persoalan yang mengemuka tersebut. “Kalau memang ada indikasi merusak lingkungan, tentu akan direkomendasikan kepada Wali Kota,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi D DPRD Kota Depok Imam Budi Hartono meminta Pemkot Depok menindak te-gas pengurukan rawa Binong. “Itu jelas merusak lingkungan. Setelah melakukan tinjauan lapangan untuk memperoleh data akurat, DPRD akan merekomendasikan hasilnya kepada Wali Kota,” kata Imam.

Secara terpisah, Wali Kota Depok H Badrul Kamal mengatakan, Pemkot Depok akan menegur pengembang tersebut jika ada pengurukan rawa. “Saya akan panggil dan tegur langsung pengembang itu, tidak dibenarkan jika sebuah situ atau rawa diuruk,” kata Badrul.

Ia menjelaskan, pemkot Depok ikut menanda-tangani kesepakatan dalam memelihara kelestarian situ dan rawa dengan beberapa kepala daerah se- Jabodetabek. “Pemkot Depok sudah berkomitmen untuk melestarikan lingkungan, salah satunya menjaga keberadaan situ-situ,” ujarnya. (W-12)

Last modified: 10/8/04

Setu Rawa Binong

Sumber:  http://www.korantempo.com/ 23 Agustus 2004

Pengembang perumahan Depok Maharaja, PT Gapura Prima, dituding menguruk Setu Rawa Binong di belakang perumahan Depok Maharaja, Desa Rangkapan Jaya, Pancoran Mas, Depok. Diperkirakan tiga perempat dari permukaan situ seluas 5,4 hektare itu kini tinggal 1 hektare. Sementara itu, Pemerintah Kota Depok hingga kini belum bereaksi terhadap kegiatan tersebut.

Padahal, sejumlah warga di sekitar lokasi mengeluhkan ancaman punahnya setu yang bermanfaat mengendalikan banjir untuk kawasan sekitar lokasi. Informasi yang diperoleh reklamasi Rawa Binong terjadi sejak pertengahan Juli 2004.

Sejumlah warga yang tinggal di lokasi RW 16 Kelurahan Rangkapan Jaya, terutama di Blok Q, Blok M, dan Blok N perumahan tersebut juga mengeluhkan hilir-mudiknya truk tronton pengangkut tanah yang mengganggu kenyamanan. “Akibat lalu-lalang kendaraan tersebut jalan-jalan di sekitar perumahan itu juga menjadi rusak,” ujar Hadi, warga sekitar.

Selain itu, sejumlah warga lainnya juga mengkhawatirkan musnahnya rawa yang sebelumnya menjadi daerah resapan air hujan di kawasan itu. Rawa-rawa tersebut saat ini telah dipetak-petak menjadi lahan kaveling yang oleh sejumlah penggarapnya diperjualbelikan.

Secara terpisah Kepala Subbagian Amdal Bagian Lingkungan Hidup Kota Depok, Dra. Kania Parwanti mengatakan, pihaknya sedang mencari kejelasan soal Rawa Binong. “Kalau memang terjadi pengurukan tentu sudah melanggar aturan,” katanya. Menurut dia, jika terjadi indikasi merusak lingkungan pihaknya akan langsung membuat rekomendasi ke wali kota untuk menghentikan kegiatan itu.

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Kota Depok Imam Budi Hartono meminta agar pihak Pemerintah Kota Depok segera menindak tegas pihak penguruk Situ Rawa Binong. “Itu jelas merusak lingkungan karena itu kami akan segera turun meninjau lapangan, DPRD akan merekomendasikan hasilnya kepada Wali Kota,” kata Imam. –ramidi-tnr

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: