Berita Situ Sawangan

Januari 2008

Warga Khawatirkan Limbah RSUD Depok Cemari Setu Sawangan

Republika,  17 Januari 2008

Sumber: http://www.infoanda.com/

DEPOK — Meski Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depok belumm beroperasi, namun warga yang tinggalnya berdekatan dengan kawasan Setu Sawangan mulai khawatir. Pasalnya, air limbah RSUD dibuang langsung ke sungai yang kemudian mengalir ke setu Sawangan. “Kami mengharapkan air limbah diolah dulu sebelum dibuang. Jangan sampai menimbulkan masalah di Sawangan,” papar Erna, warga sekitar, kemarin (16/1).

Kekhawatiran warga sangat beralasan, karena ada beberapa jenis limbah rumah sakit tersebut masuk kategori limbah berbahaya beracun (B3). Karena itu, jika limbahnya tak diolah dengan baik dikhawatirkan bisa mencemari lingkungan tempat tinggal mereka.

Beberapa warga di RT 03 RW 07 Sawangan pernah menanyakan mekanisme pembuangan limbah ke pengelola RSUD. Tapi, menurut mereka, tidak diperoleh jawaban memuaskan. Menurut Erna, sebaiknya pengelola rumah sakit bisa menjelaskan mengenai masalah ini kepada warga terkait limbah tadi. Terlebih dalam waktu tidak terlalu lama rumah sakit itu bakal segera dioperasikan.

Sebelumnya RSUD sempat ditinjau oleh Sekda Kota Depok, Winwin Winatika bersama sejumlah anggota Komisi D DPRD, pekan lalu. Pemkot pun dinilai telah tanggap terhadap aspek lingkungan, terutama terkait belum dioperasikannya mesin pengolahan air limbah yang berposisi di belakang RSUD.

Kepala Dinas Kesehatan Mien Hartati, meminta masyarakat untuk tidak resah terhadap limbah rumah sakit ini. Sebab, saat ini RSUD sudah memiliki fasilitas dan instalasi pengolahan limbah yang memadai. “Nantinya limbah yang dihasilkan bakal diolah terlebih dahulu. Nah air yang dihasilkan dari pengolahan dan sudah steril-lah yang akan dibuang,” jelasnya kepada Republika.

Dia menjamin, air limbah itu tidak akan mencemari lingkungan. Bahkan, pihak pengelola instalasinya menjamin bahwa air tersebut bisa langsung diminum. ”Meski begitu, kami tetap akan melakukan pemeriksaan secara rutin.”

Dijelaskan, penanganan limbah di RSUD ada dua jenis, yaitu limbah padat dan limbah cair. Limbah padat contohnya jarum suntik, kapas, kain kassa, tabung infus, dan lain sebagainya. Untuk penanganannya, barang tersebut dikumpulkan dan ditimbang, kemudian dikirim ke Rumah Sakit Fatmawati Jakarta untuk dimusnahkan.

Adapun untuk penangan dan pengolahan limbah cair, Mien mengatakan, saluran limbah di RSUD saat ini sudah memadai. “Kapasitas RSUD sekarang kan baru 60 orang pasien. Sedangkan saluran pengolahan limbah cair saat ini untuk 150 orang. Kalau untuk 300 pasien baru tidak mencukupi.”
(yus )

Jendela “Situ Sawangan”

Sumber: http://www.tpi.tv/

Tayang : Minggu, 21 Desember 2008, pukul 12.00 WIB

Situ Sawangan merupakan salah satu danau di Depok, Jawa Barat yang vital sebagai pe-nyangga banjir ke Jakarta. Selain itu, situ ini berfungsi ekonomi dan rekreasi. Empat peternak keramba membudidayakan ikan gurame, mas, dan nila. Warga sekitar juga membuka warung-warung makan lesehan yang ramai setiap akhir pekan berkat panggung dangdut. Di samping menjadi tempat mengasyikkan buat penggemar mancing, pengusaha kosmetik Martha Tilaar pun berkebun tanaman obat di dekat danau seluas 21 hektar ini.

Maret 2009

Tragedi Gintung Mengkhawatirkan Warga Situ Sawangan

Sumber:  http://metrotvnews.com/ 30 Maret 2009

Metrotvnews.com, Depok: Tragedi jebolnya tanggul Situ Gintung di Cireundeu, Tangerang, Banten, membuat warga yang tinggalnya berdekatan dengan situ, mulai khawatir. Sebut saja warga di sekitar Situ Sawangan, Bojongsari Depok, Jawa Barat. Mereka juga mengaku khawatir dengan kondisi Situ Sawangan yang terancam jebol.

Situ Sawangan adalah danau alami yang berfungsi sebagai resapan air sejak zaman dahulu. Secara administratif, Situ Sawangan berada di Desa Bojongsari, Depok, dengan luas kurang lebih 24 hektare dan kedalaman 6-10 meter. Debit airnya jauh lebih besar daripada Situ Gintung.

Pemandangan Situ Sawangan memang indah. Namun, tak banyak yang menyadari segi keamanan yang mulai terancam, seperti misalnya pintu air yang macet. Padahal, fungsinya sangat penting. Tahun 2008, Dinas Pekerjaan Umum sempat meninjau ke pintu air ini, namun ternyata mereka malah membangun jembatan besar di sebelah pintu air, agar mobil bisa melintas.

Yang lebih menakutkan adalah kondisi tanggul sepanjang 100 meter yang ada di sisi utara situ. Tanggul ini berupa jalan yang setiap hari dilalui kendaraan, bahkan truk material. Padahal, kekuatannya hanya ditahan beberapa pohon besar. Akar pohon pun kini mulai tergerus karena setiap saat dilindas roda kendaraan.

Bila tanggul itu jebol, aliran air bah akan mengarah ke utara, menyapu beberapa perumahan, seperti Pondokcabe, Cipayung, Pamulang hingga Ciputat. Bahkan, air bisa melaju ke arah Jakarta Selatan dan Barat. Situ Sawangan Bojongsari adalah satu dari 42 danau kecil di Jabodetabek yang berfungsi sebagai resapan air. Namun, ternyata tidak ada satunpun pihak yang secara resmi bertanggung-jawab memelihara keamanannya. Padahal, ribuan nyawa menjadi taruhan.(DSY)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: