Berita Situ Telaga RRI

April 2007

RRI Tawarkan Lahan untuk Bangun Situ

Sumber: http://www.indoforum.org/ 10 April 2007

JAKARTA, KOMPAS – Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) menawarkan sejumlah lahan rawa-rawa dan danau yang dimilikinya di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat, untuk dijadikan situ atau telaga penampung air bagi pencegahan banjir di Jakarta. Situ tersebut akan dinamakan Telaga RRI.

Lahan yang akan ditawarkan kepada pemerintah melalui Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla itu luasnya 50 hektar dari sekitar 187 hektar lahan yang dimiliki RRI di kawasan tersebut. Saat ini, dari seluruh lahan yang dimiliki RRI di kawasan itu, baru 70 hektar yang dimanfaatkan. Sebagian keuntungan telaga RRI yang akan dikelola swasta dengan sistem build and operating transfer (BOT) ini akan digunakan untuk mendanai program siaran RRI.

Menurut Direktur Umum LPP RRI Parni Hadi, dalam keterangan pers, seusai bertemu dengan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (10/4), pemerintah menyambut baik tawaran tersebut. “Pemerintah melalui Departemen Pekerjaan Umum akan melakukan kajian dan secepatnya untuk melakukan pembangunan telaga. Wapres tadi menginstruksikan Seswapres Gembong Prijono untuk menghubungi PU secepat mungkin,” ujar Parni Hadi.

Parni menambahkan, telaga itu nantinya akan dibangun oleh PU, yang bakal bekerjasama dengan pemerintah DKI dan Jawa Barat untuk pendanaannya.

RRI gandeng PU dan investor bangun waduk

Oleh Dwi Wahyuni

Sumber:http://www.bisnis.com/ Selasa, 10/04/2007

JAKARTA: Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (RRI) menggandeng Departemen PU dan investor lokal untuk membangun waduk di seputar pemancar di Cimanggis guna mendukung penanganan banjir dan pengembangan objek wisata di wilayah Jabotabek.

Dirut RRI Parni Hadi mengatakan kebetulan lembaga itu memiliki lahan di seputar pemancar seluas 187 ha.

“Kami mintakan kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla agar sebagaian lahan tersebut dapat digunakan sebagai lahan situ,” ujar Parni seusai diterima Kalla di kantor Wapres pagi tadi.

Wapres, menurut dia, menyutujui gagasan pembangunan tersebut dan menerima usulan namanya yakni Telaga RRI. Selain waduk seluas 50 ha, tahap berikutnya RRI akan menawarkan kepada investor lokal untuk membangun fasilitas objek wisata seperti saung, perahu dan sebagainya.

“Fasilitas wisata itu nantinya akan dikelola oleh BOT dan hasilnya digunakan untuk membiayai operasional penyiaran RRI.”

Jadi, tambah Parni, biaya pembangunan waduknya akan ditanggung pemerintah, sedangkan fasilitas wisata diharapkan dari swasta. “Wapres hanya pesan untuk hati-hati mencari investor yang menguntungkan serta memberikan manfaat yang besar.? (tw)

Cari Dana Siaran

Telaga Air RRI di Cimanggis

Niken Widya Yunita – detikcom

Sumber: http://www.infoanda.com/ 10 April 2007

Jakarta – Telaga air akan dibangun di atas lahan milik RRI seluas 70 hektar di Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Selain mengatasi banjir, waduk ini akan dijadikan tempat wisata air.

Rencana pembangunan telaga air itu disampaikan Dirut RRI Parni Hadi kepada Wapres Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (10/4/2007).

“Kami punya lahan 187 hektar. Sebagian sudah digunakan untuk stasiun pemancar radio. Nanti telaga air akan dibangun di atas lahan 70 hektar. Itu milik RRI makanya telaga ini dinamakan telaga RRI,” kata Parni dalam jumpa pers.

Menurut dia, pemerintah pusat ingin membantu Pemda DKI Jakarta dalam mengatasi banjir. Caranya dengan membangun waduk atau situ-situ. “Jadi manfaatnya untuk Pemda DKI, kerjasamanya untuk Pemda Jawa Barat,” ujarnya.

Telaga air akan dijadikan tempat wisata air. Tahap pertamanya dengan membangun situ. Selanjutnya akan dibangun fasilitas penunjang seperti saung, pemancingan, dan perahu.

“Insya Allah hasilnya untuk membantu program siaran RRI yang selama ini mendapatkan dana dari APBN kurang. Selama ini sumber dana RRI dari iuran penyiaran, iklan, sumbangan masyarakat, APBN dan APBD,” terang wartawan senior ini.

Mantan Dirut Antara ini berharap telaga air dibangun mulai tahun 2007.

“Wapres segera memerintahkan sekretarisnya Gembong Prijono untuk menelepon pihak PU. Kita disarankan oleh Wapres untuk mengundang investor,” kata Parni. ( aan / nrl )

Aset RRI bisa jadi objek wisata

Bisnis Indonesi, 11 Apr 2007

Sumber: http://cybertravel.cbn.net.id/

Jakarta – Radio Republik Indonesia (RRI) meminta dukungan pemerintah untuk menjadikan aset di seputar pemancar lembaga penyiaran itu sebagai objek wisata sehingga hasilnya dapat dipakai menambah dana operasional penyiaran.

Dirut RRI Parni Hadi mengatakan selama ini biaya operasional penyiaran RRI berasal dari beberapa sektor seperti iklan, APBN, dan pengembangan usaha lembaga.

Hanya saja, lanjutnya, sebagian besar dana yang berasal dari APBN banyak terserap untuk pembayaran gaji karyawan. Total anggaran tersebut mencapai Rp256 miliar.

Sementara itu, rata-rata biaya operasional penyiaran RRI mencapai Rp225 miliar. Jumlah tersebut, menurut Parni, relatif kecil dibandingkan dengan tingkat kebutuhan.

“Oleh karena itu, kami mengajukan gagasan untuk mengembangkan sejumlah aset RRI yang tersebar di berbagai daerah untuk dimanfaatkan secara bisnis,” ujar Parni seusai menghadap Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantor Wapres, kemarin.

Saat ini, katanya, kontribusi dari pengembangan usaha terhadap biaya operasional penyiaran baru mencapai 5%. Ke depan, Parni menjelaskan, RRI menginginkan peran tersebut diperbesar.

Menurut dia, Wapres menyetujui gagasan pengembangan aset RRI untuk dijadikan fasilitas objek wisata.

Jusuf Kalla, tutur Parni, meminta RRI berhati-hati dalam menawarkan rencana proyeknya kepada investor. Apalagi jika kerja samanya menggunakan sistem BOT (build, operated, and transfer)

“Kami diminta mencari investor yang dapat memberikan keuntungan dan manfaat yang besar,” ujarnya.

Untuk proyek pertama, RRI menawarkan kerja sama dengan Departemen Pekerjaan Umum dan pengusaha lokal memanfaatkan lahan di seputar pemancar di kawasan Cimanggis, Depok. Di lokasi tersebut RRI memiliki lahan seluas 187 ha.

“Kami mintakan kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla agar sebagian lahan tersebut dapat digunakan sebagai lahan situ,” katanya.

Menurut dia, Wapres menyetujui gagasan pembangunan tersebut dan menerima usulan namanya yakni Telaga RRI.

Oleh Dwi Wahyuni

Mei 2007

Penampungan Air

RRI dan Departemen PU Bangun Telaga di Depok

Sumber: http://www.gatra.com/ 7 Mei 2007

Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) bekerja sama dengan Departemen Pekerjaan Umum (PU) akan membangun telaga penampungan air di lahan milik RRI di Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Lahan yang ditawarkan LPP RRI itu seluas 50 hektar dari 187 hektar yang dimilikinya dalam upaya mengendalikan banjir di DKI Jakarta, kata Direktur Layanan Usaha RRI Bimo Bayu Nimpuno kepada wartawan di Jakarta, Senin.

Menurut Bimo, rencana pembangunan telaga itu sudah pernah disampaikan kepada Wakil Presiden M. Jusuf Kalla beberapa waktu lalu dan ia menyambut baik rencana tersebut.

Wapres dalam kesempatan tersebut langsung menginstruksikan agar dilakukan kerjasama antara Departemen PU dengan RRI dalam rangka mewujudkan rencana itu.

Pemerintah melalui Departemen PU akan melakukan kajian dan kemudian secepatnya melakukan pembangunan telaga tersebut melalui kerjasama Pemprov DKI dan Jawa Barat.

Dalam rangka menindaklanjuti instruksi Wapres tersebut Departemen PU melalui Direktorat Jendral Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung – Cisadane pada hari Senin (7/5) melakukan peninjauan lapangan ke lokasi lahan bagi telaga tesebut.

Dengan ditindaklanjutinya instruksi Wapres tersebut diharapkan dalam waktu dekat ini akan terwujud sebuah telaga yang disamping bermanfaat mengendalikan banjir juga ditujukan sebagai tempat tujuan wisata.

Bimo mengatakan, pembangunan “telaga RRI” ini meruapakan tahap awal untuk selanjutnya melalui kerjasama dengan mitra melalui sistem Built Operate dan Transfer (BOT) akan dibangun sarana rekreasi air dan olah raga air yang sebagian keuntungannya untuk mendanai program siaran RRI.

Langkah yang diambil RRI sebagai tindaklanjut penjelasan Wapres seusai rapat tentang banjir untuk menghidupkan kembali situ-situ (telaga) yang berubah fungsi karena dibangun kawasan perumahan.

Sedangkan menurut Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung – Cisadane Departemen PU, Pitoyo Subandrio, rencana pembangunan situ (telaga) RRI sudah sesuai dengan tata ruang pusat tinggal menyiapkan gambar disain akhir.

Menurut dia, pembangunan situ-situ seperti diusulkan RRI sangat tepat karena Depok sendiri masuk ke dalam kawasan konsevasi wilayah Sungai Ciliwung yang membutuhkan lebih banyak kawasan resapan air.

Sementara di Depok sendiri daya dukung lingkungan sudah tidak seimbang lagi dengan kawasan konservasi sehingga apabila RRI menyediakan lahannya untuk situ seharusnya mendapatkan dukungan.

Lebih jauh Pitoyo mengatakan pihak Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung – Cisadane Departemen PU sudah memiliki alokasi anggaran khusus bagi pembangunan situ tinggal menunggu Inpres.

Pada Mei 2007 gambar disain pembangunan situ di Cimanggis termasuk di lahan RRI akan ditenderkan dengan memanfaatkan dana APBN 2007 yang secara keseluruhan untuk Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane membutuhkan Rp250 miliar.

Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane sendiri mendapatkan alokasi anggaran Rp1,6 triliun untuk tiga tahun ke depan, meliputi Rp250 miliar tahun 2007, Rp900 miliar tahun 2008, dan Rp450 miliar tahun 2009.

Anggaran tersebut nantinya, dipergunakan bagi pembangunan situ, kawasan resapan air, normalisasi sungai termasuk pembangunan Rusuna sewa bagi 71 kepala keluarga yang tinggal di bantaran sungai Ciliwung untuk mengendalikan banjir di Jakarta.

Menurut dia, saat ini satuan wilayah sungai Ciliwung memiliki 200 situ, namun salah satu diantaranya sudah berubah fungsi menjadi permukiman, sehingga keberadaan situ RRI diharapkan menjadi pengganti.

Kelangsungan hidup situ sendiri menurut Pitoyo sangat tergantung kepada peran serta masyarakat dan pemerintah daerah sendiri dalam melakukan pengawasan, seandainya ada pelanggaran mereka yang mengambil tindakan bukan seluruhnya diserahkan kepada pusat.

Kepala RRI Jakarta sendiri mengatakan dengan keberadaan situ di kawasan lahan milik RRI di Cimanggis selain menjadikan sebagai kawasan resapan dan wisata juga nantinya akan memudahkan melakukan pengawasan karena saat ini sebagian lahannya diserobot orang. [TMA, Ant]

Oktober 2008

Atasi Banjir, Pemprov DKI Rehabilitasi 22 Situ

Sumber: http://news.okezone.com/ 31 Oktober 2008

JAKARTA – Sebanyak 22 situ di wilayah Jabodetabek akan direhabilitasi. Tindakan ini dilakukan sebagai upaya penanggulangan banjir di Jakarta.

Pejabat Pembuat Komitmen Penanggulangan Banjir dan Pemeliharaan Sungai Ciliwung Cisadane, Putu Wirawan mengatakan, dari total situ yang ada, empat di antaranya telah selesai direhabilitasi sedangkan sisanya masih dalam pengerjaan. “Tujuan rehabilitasi ini untuk menambah daya tampung debit air,” katanya kepada wartawan, JUmat (31/10/2008).

Dia menyebutkan, situ yang telah selesai diperbaiki diantaranya Situ Parigi seluas 3,9 Ha di Tangerang, Situ Telaga RRI seluas 5 Ha, Situ Malangnengah seluas 5,5 Ha, dan Situ Singabangsa seluas 3,1 Ha di Bogor. Sementara sisanya, masih dalam proses perbaikan. “Kami berharap perbaikan bisa cepat diselesaikan, sehingga dapat segera digunakan,” tandasnya.

Saat ini, kata dia, proses pengerjaan pengerukan dan pelebaran situ sudah 50 persen berjalan. Menurut dia, tidak semua situ yang ada merupakan kewenangannya. Ada beberapa situ yang proses rehabilitasinya di bawah otoritas Pemprov DKI Jakarta seperti, Situ Babakan.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane Pitoyo Soebandrio mengatakan, rehabilitasi situ-situ ini akan dilakukan secara bertahap. “Selain rehabilitasi situ-situ kami juga mengatasi banjir dengan melakukan pengerukan sungai, penguatan tebing sungai, dan mempercepat pembangunan BKT,” pungkasnya.(Isfari Hikmat/Sindo/teb)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: